Stan Pameran IKBY Padukan UMKM dan Edukasi Budaya Yogyakarta

  • 08 Agt 2026 11:58 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Stan Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari di Festival Pesona Budaya Nusantara tidak hanya menjadi tempat memamerkan produk UMKM, tetapi juga ruang belajar tentang budaya Yogyakarta. Selama tiga hari, 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, pengunjung diajak mengenal warisan budaya melalui kerajinan, literasi, hingga kuliner khas.

Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, mengatakan konsep stan sengaja dirancang agar promosi UMKM berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Menurutnya, setiap produk yang dipamerkan memiliki nilai sejarah dan filosofi yang dapat memperkaya pengetahuan masyarakat.

Berbagai hasil karya UMKM ditampilkan, mulai dari batik, gerabah, hingga aneka cendera mata khas Yogyakarta. Stan pameran juga dipamerkan replika Tugu Yogyakarta, wayang Punakawan dan Pandawa Lima, keris, busana adat Jawa, serta permainan tradisional congklak sebagai bagian dari pengenalan budaya.

Tidak hanya melihat pameran, pengunjung diberi kesempatan mengikuti pelatihan membatik. Kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan proses pembuatan batik sekaligus menunjukkan kolaborasi motif khas Papua dan Yogyakarta sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Edukasi budaya diperkuat melalui tayangan aksara Jawa dan bahasa Krama Alus di videotron. Pengunjung juga dapat membaca Buku Saku Budaya Sejarah Singkat Mataram Islam dan Busana Adat Jawa Mataraman serta membawa pulang kartu pos bertema Yogyakarta Istimewa sebagai media pembelajaran.

Stan IKBY juga menghadirkan UMKM kuliner dengan beragam hidangan khas seperti gudeg, ayam bakar angkringan, jadah, dawet, tahu dan tempe bacem, sosis solo, bakso Klaten, jamu tradisional, hingga sambal khas Yogyakarta. Kehadiran kuliner tersebut melengkapi pengalaman pengunjung dalam mengenal budaya melalui cita rasa.

Subagyo berharap Festival Pesona Budaya Nusantara terus menjadi wadah promosi bagi UMKM sekaligus memperkuat pelestarian budaya. Ia menilai sinergi antara ekonomi kreatif dan budaya mampu menciptakan peluang usaha sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....