Usaha Rantau Kopi Tumbuh dari Semangat Mandiri Mahasiswa Perantau
- 15 Mei 2026 22:19 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Semangat kemandirian mendorong dua mahasiswa perantau di Kabupaten Manokwari membangun usaha kopi lokal dengan nama Rankop atau Rantau Kopi. Usaha tersebut dirintis sebagai langkah untuk membantu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus mengembangkan potensi usaha di kalangan anak muda.
Salah satu pemilik Rankop, Yoseph Henri Junior Koirewoa, mengatakan usaha tersebut didirikan bersama rekannya, Rafael Rivanol Bauw, saat keduanya sedang menempuh pendidikan di Manokwari. Berasal dari Serui dan Teluk Bintuni, mereka memilih membangun usaha agar dapat hidup mandiri selama merantau.
Menurut Yoseph, nama Rankop diambil dari singkatan “Rantau Kopi” yang menggambarkan perjalanan mereka sebagai mahasiswa perantau yang mencoba bertahan melalui usaha kecil di bidang kuliner.
“Kami berpikir bagaimana caranya bisa mandiri dan tidak terus membebani orang tua. Dari situ akhirnya muncul ide untuk membuka usaha kopi,” ujarnya.
Dalam menjalankan usaha, Rankop memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. Saat ini penjualan dilakukan secara daring melalui layanan pemesanan online, sementara promosi dilakukan melalui aplikasi pesan singkat dan media sosial.
Yoseph menilai media sosial memiliki peran penting dalam perkembangan usaha kecil di era digital. Menurutnya, promosi melalui platform digital mampu membantu produk lebih dikenal masyarakat, terutama kalangan anak muda.
“Sekarang orang lebih banyak mencari informasi lewat media sosial, jadi itu sangat penting untuk memperkenalkan produk kami,” katanya.
Selain mengembangkan usaha, Rankop juga berupaya mendukung petani kopi lokal dengan menggunakan bahan baku asli Papua Barat. Pasokan kopi diperoleh dari daerah Anggi, sementara ke depan mereka berencana mencoba varian kopi lain seperti kopi Yambaidiru dari Serui dan kopi Pegunungan Papua.
Untuk menu yang ditawarkan, Rankop menyediakan berbagai pilihan minuman kopi seperti gula aren dan americano dengan harga terjangkau, yakni Rp. 15.000 per botol atau per cup. Yoseph mengatakan pihaknya terus berupaya menghadirkan inovasi rasa agar usaha tersebut semakin berkembang.
Ia berharap semakin banyak anak muda berani memulai usaha sendiri tanpa takut gagal. Menurutnya, kemauan dan keberanian menjadi modal utama dalam mengembangkan usaha, terutama bagi generasi muda di Papua Barat.
“Jangan ragu untuk memulai usaha. Yang penting ada kemauan untuk berkembang, pasti bisa,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....