Sagu Forna: Potensi Bahan Pangan Lokal

  • 24 Mar 2026 19:56 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua. Pohon sagu pun banyak ditemui di wilayah Indonesia timur. Penganan olahan berbahan dasar sagu pasti tak asing bagi dunia kuliner saat ini yang diolah menjadi berbagai varian, seperti kue kering atau sagu bakar yang biasanya disantap dengan makanan berkuah.

Usaha Sagu memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk bisnis UMKM ke depan, terutama karena tren pangan lokal yang sehat, bebas gluten, dan tahan lama. Sagu forna, sebagai makanan tradisional khas Indonesia Timur, dapat dikemas ulang menjadi produk kekinian yang sehat dan bernilai jual tinggi. Hal ini dikatakan Ruth ketika ditemui RRI.

“Sagu bakar yang saya buat biasa juga dijual di pasar, atau bisa juga ambil dirumah dengan harga sama namun beda jumlah jika lansung diambil dirumah.

Jika ada tamu dari luar Manokwari, bisa juga untuk oleh-oleh. Sagu produksi Ruth Puadi sudah diorder beberapa kali keluar negeri. Sagu bakar ini bisa bertahan lama," Ujar Ruth Puadi pada RRI.

“Masak sagu lebih nikmat dengan menggunakan tungku. Rasa dan aromanya lebih terasa, dibandingkan memakai kompor minyak tanah. Apalagi masak sagu bakar dengan tungku lebih cepat masaknya," ungkap Ruth Puadi.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Bahan dasar sagu yang didapat dari petani sagu dari luar Manokwari diolah dengan sangat baik. Mulai dari menyaring sagu mentah, menyampur bahan sagu bakar, hingga memasak sagu dengan cara yang masih manual, yakni menggunakan tungku api dan alat masak yang di sebut forna atau sejenis tembikar berbentuk kotak-kotak yang terbuat dari tanah liat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....