Berawal dari Keluarga, Ruth Puadi Konsisten Lestarikan Sagu Bakar Papua

  • 12 Jun 2026 17:12 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Kuliner tradisional Papua terus bertahan di tengah gempuran makanan modern berkat kegigihan para pelaku usaha lokal. Salah satunya Ruth Puadi, pemilik UMKM Sagu Bakar Mama Puadi yang telah menekuni usaha tersebut sejak 2013.

Ruth mengaku usaha yang dirintisnya berawal dari dorongan keluarga untuk menjaga warisan budaya Papua agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Keputusan itu diambil setelah dirinya menyadari pentingnya melestarikan keterampilan dan produk khas daerah.

Menurutnya, sang nenek semasa hidup pernah mengajarkan berbagai tradisi lokal, termasuk menganyam noken. Namun karena tidak menekuni keterampilan tersebut, Ruth memilih mempertahankan budaya melalui usaha kuliner berbahan dasar sagu.

Ia mengatakan sagu merupakan salah satu pangan tradisional masyarakat Papua yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar apabila terus dikembangkan.

“Karena saya tidak bisa menganyam noken, mama bilang lebih baik jual sagu saja. Dari situ saya mulai berjualan karena takut budaya ini tidak bisa dilestarikan lagi,” ujarnya.

Selama lebih dari satu dekade menjalankan usaha, Ruth tetap mempertahankan cita rasa khas yang menjadi identitas produknya. Menurutnya, konsistensi rasa menjadi alasan utama pelanggan terus membeli produknya.

Saat ini Sagu Bakar Mama Puadi telah dikenal masyarakat Manokwari dan menjadi salah satu pilihan oleh-oleh bagi pengunjung yang ingin mencicipi makanan khas Papua.

Ruth berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan kuliner tradisional sehingga pangan lokal Papua tetap lestari dan mampu bersaing dengan produk modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....