TPID Sulut Datangkan 2,4 Ton Cabai Rawit dari Probolinggo, Tekan Harga Cabe
- 15 Sep 2026 16:10 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara melalui koordinasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Satgas Pangan Polda Sulawesi Utara melakukan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) cabai rawit sebanyak 2,4 ton dari Probolinggo, Jawa Timur.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tekanan inflasi akibat kenaikan harga cabai rawit yang dipengaruhi penurunan produksi dan gangguan pasokan akibat kondisi kekeringan.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan inflasi Sulawesi Utara pada Agustus 2026 tercatat 0,29 persen secara bulanan atau month to month (mtm), dengan inflasi kumulatif sebesar 3,68 persen. Angka tersebut telah melewati batas atas sasaran inflasi nasional sebesar 3,50 persen.
"Tekanan inflasi utamanya bersumber dari kenaikan harga cabai rawit dengan andil 0,33 persen," kata Joko saat pelaksanaan FDP cabai rawit di Manado, Selasa (15/9/2026).
Tekanan harga cabai rawit masih berlanjut hingga September. Joko menyebut harga cabai rawit asal Gorontalo mencapai Rp140 ribu per kilogram pada 11 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi penurunan produksi di Gorontalo yang merupakan salah satu sentra pasokan utama, serta sentra produksi lokal Sulawesi Utara yang turut terdampak kekeringan.
Data klimatologi menunjukkan curah hujan berada pada kriteria rendah di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara. Sementara itu, hari tanpa hujan telah mencapai kategori sangat panjang di 131 lokasi dan ekstrem di 12 lokasi.
"Dengan masih terdapat empat bulan hingga akhir tahun serta periode HBKN Nataru yang perlu diantisipasi, kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Joko menjelaskan, FDP merupakan instrumen intervensi jangka pendek untuk menutup kesenjangan pasokan akibat gangguan produksi dan tekanan cuaca.
Setelah mempertimbangkan harga, karakteristik cabai, ketersediaan pasokan serta biaya distribusi, Probolinggo dinilai menjadi salah satu pilihan yang paling memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan pasokan cabai rawit di Sulawesi Utara.
Melalui pengaturan rantai distribusi dan pengawasan di tingkat eceran, harga cabai rawit di tingkat konsumen ditargetkan maksimal Rp57 ribu per kilogram sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).
Pasokan cabai rawit tersebut tiba di Manado pada Senin malam, 14 September 2026, dan mulai disalurkan kepada pedagang pada Selasa pagi, 15 September 2026.
Joko menegaskan, FDP bukan untuk menggantikan produksi petani Sulawesi Utara, melainkan menjadi penyangga sementara untuk membantu menjaga stabilitas harga di tengah gangguan pasokan.
Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan, mengatakan intervensi tersebut merupakan bentuk respons cepat TPID Sulawesi Utara dalam menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Jemmy menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarinstansi, terutama menghadapi tantangan cuaca dan ketergantungan pasokan pangan dari wilayah lain di Indonesia.
"Ini merupakan bentuk respons cepat TPID Sulawesi Utara dalam menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat," kata Jemmy.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada intervensi jangka pendek, tetapi dilanjutkan dengan penguatan produksi lokal, mitigasi dampak El Niño dan peningkatan ketahanan pangan daerah.
Untuk memastikan intervensi berjalan efektif, Dinas Ketahanan Pangan mendukung pengaturan distribusi ke titik-titik sasaran. Sementara Satgas Pangan Polda Sulawesi Utara melakukan pemantauan harga dan penyaluran guna mencegah kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat eceran.
Dalam jangka menengah dan panjang, TPID Sulawesi Utara akan terus mendorong penguatan produksi lokal, penyusunan kalender tanam serta peningkatan ketahanan pangan daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan FDP sebagai bagian dari strategi komprehensif dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat keberlanjutan produksi pangan di Sulawesi Utara.
Kegiatan FDP cabai rawit turut dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Kota Manado Atto R. M. Bulo, Kepala BPS Sulawesi Utara Dr. Watekhi, Perwakilan Satgas Pangan Polda Sulawesi Utara Ipda Donny Samel serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Manado.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....