Kemarau Panjang Ganggu Produksi Pertanian Sulawesi Utara
- 18 Sep 2026 10:19 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kemarau yang berlangsung hampir tiga bulan di Sulawesi Utara mulai mengganggu aktivitas dan produksi pertanian. Berkurangnya ketersediaan air menyebabkan jadwal tanam sejumlah komoditas tertunda dan meningkatkan risiko penurunan hasil panen.
Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Meidy Mamonto, mengatakan kekeringan berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman.
“Kalau memang tanaman tersebut ketersediaan air tidak cukup, pasti pertumbuhannya tidak optimal, terganggu. Dan yang pasti hasilnya pasti menurun,” kata Meidy dalam program Sulut Bicara RRI Manado.
Menurut Mehdi, cabai menjadi salah satu komoditas hortikultura yang rentan terhadap kondisi kekeringan. Selain cabai, kekeringan juga mengganggu aktivitas budidaya padi dan jagung karena petani sangat bergantung pada ketersediaan air.
Di sejumlah wilayah, kondisi lahan bahkan mulai menunjukkan tanda-tanda kekeringan. Mehdi menyebut terdapat lahan pertanian yang tanahnya sudah retak akibat berkurangnya pasokan air.
Kondisi tersebut juga membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mempertahankan tanaman. Salah satunya dengan membeli air untuk penyiraman, yang menurut Mehdi di wilayah tertentu dapat mencapai sekitar Rp150 ribu per tangki.
“Pasti dia membutuhkan biaya produksi yang lebih. Dia mau siram tanaman ini bisa saja dia beli air,” ujarnya.
Sementara itu, Vecky Pangkerengo dari Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Utara mengatakan penurunan produksi akibat kemarau terjadi ketika kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan tetap tinggi.
“Kebutuhan banyak, tapi hasil produksinya justru menurun,” kata Veckyi.
Ia mengatakan pemerintah berupaya mencari langkah untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan yang mengalami penurunan produksi. Salah satunya melalui kerja sama dengan pihak terkait untuk mendatangkan komoditas dari luar daerah.
Dinas Pertanian juga menyebut telah melibatkan kelompok tani melalui berbagai program bantuan, termasuk sarana produksi pertanian, alat dan mesin pertanian, serta upaya perbaikan jaringan irigasi. Langkah tersebut diarahkan untuk membantu petani mempertahankan produksi di tengah kondisi kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....