BI: Inflasi Sulut Capai 3,68 Persen, Cabai Jadi Penyumbang Utama
- 16 Sep 2026 20:49 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (SULUT) mencatat inflasi kumulatif Sulawesi Utara hingga Agustus 2026 mencapai 3,68 persen, melampaui batas atas sasaran inflasi nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Joko Supratikto dalam kegiatan Outlook Ekonomi dan Prospek Dunia Usaha di Four Points Manado, Rabu (16/9/2026).
Joko mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, mengingat sasaran inflasi nasional berada pada kisaran 1 hingga 3,5 persen. Menurutnya, salah satu pendorong utama inflasi di Sulawesi Utara adalah komoditas cabai, yang memberikan andil sebesar 0,33 persen terhadap inflasi.
“Bapak, Ibu, pendorong utama inflasi yang ada di daerah kita ini adalah cabe. Cabe memiliki andil yang cukup besar, 0,33%. Sehingga, inilah yang harus juga kita lakukan pengamatan bersama dan kita lakukan intervensi,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas harga, BI SULUT bersama pihak terkait mulai melakukan intervensi harga cabai di sejumlah wilayah, yakni Manado, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan.
Joko menjelaskan, intervensi tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat pasar, sehingga harga tetap memberikan keuntungan bagi petani namun tetap terjangkau bagi konsumen.
“Kita sudah mulai melakukan intervensi harga cabe yang ada di pasar, baik yang di Manado, yang di Minahasa Utara, maupun Minahasa Selatan. Ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan harga di pasar sehingga harganya masih menguntungkan petani, tetapi juga masih terjangkau untuk konsumen,”jelasnya.
Ia menambahkan, pengendalian inflasi hingga akhir tahun membutuhkan penguatan sinergi dalam menjaga pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga.
“Oleh karena itu, Bapak, Ibu, kita perlu meningkatkan kolaborasi kita, sinergi kita di dalam menjaga pasokan, kelancaran distribusi, dan juga stabilitas harga,” pungkasnya.
(Vannesa Oley)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....