Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Hortikultura di Pasar Kawangkoan
- 12 Sep 2026 22:38 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa - Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah mulai berdampak terhadap harga berbagai komoditas pangan di Kabupaten Minahasa. Kondisi tersebut terlihat dari kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura di Pasar Tradisional Kawangkoan dalam dua pekan terakhir.
Kepala Pasar Tradisional Kawangkoan, Meis Walangitan, mengatakan kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas seperti cabai, tomat, sayuran, dan buah-buahan. Menurutnya, kondisi cuaca kering berkepanjangan turut memengaruhi ketersediaan dan harga komoditas yang dipasarkan kepada masyarakat.

“Dampak dari kemarau panjang ini telah berimbas pada naiknya beberapa harga jual komoditas pangan, baik jenis hortikultura, bawang, cabai, tomat, serta sayur-sayuran dan buah-buahan,” kata Meis Walangitan kepada RRI Manado.
Sejumlah komoditas yang mengalami perubahan harga antara lain cabai yang berada pada kisaran Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Tomat dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram, sementara kangkung mencapai Rp5 ribu per ikat, kol Rp40 ribu per buah, dan ketimun super sekitar Rp10 ribu per buah.
Untuk komoditas lainnya, bawang merah dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram dan bawang putih Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan tersebut, menurut Meis, mulai berpengaruh terhadap aktivitas jual beli di pasar.
“Dengan naiknya beberapa harga jual komoditas pangan dan sayur-sayuran, telah berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat pengunjung pasar,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pedagang hortikultura di Pasar Tradisional Kawangkoan, Ronald Umbas, mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran cukup terasa dibandingkan kondisi sebelumnya. Ia memperkirakan beberapa komoditas mengalami kenaikan sekitar 30 hingga 50 persen.
Ronald mencontohkan sayur caisim yang sebelumnya dijual dua ikat seharga Rp5 ribu, kini menjadi Rp5 ribu untuk satu ikat. Komoditas lainnya seperti petsai kodok dijual sekitar Rp30 ribu, kentang Rp30 ribu per kilogram, wortel Rp35 ribu per kilogram, kacang panjang Rp5 ribu, ketimun super Rp10 ribu, dan terong sekitar Rp20 ribu per kilogram.
Menurut Ronald, tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Bawang merah dan bawang putih disebut masih relatif stabil dibandingkan sejumlah jenis sayuran lainnya.
“Adapun daya beli masyarakat menurun drastis. Ini terlihat dari banyaknya barang yang terjual,” ujar Ronald.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak kemarau panjang tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga mulai memengaruhi rantai perdagangan hingga tingkat pasar tradisional. Perubahan harga dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi perhatian pedagang karena dapat memengaruhi perputaran komoditas pangan di pasar.
(Jeff Assa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....