Kemarau Panjang, 20 Hektare Sawah di Tempang Tiga Gagal Panen
- 12 Sep 2026 22:36 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa - Kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Minahasa berdampak terhadap sektor pertanian, khususnya persawahan di Desa Tempang Tiga, Kecamatan Langowan Utara.
Hukum Tua Desa Tempang Tiga, Desly Maki, mengatakan sekitar 20 hektare lahan sawah mengalami gagal panen akibat sulitnya petani mendapatkan pasokan air.

“Akibat dari kemarau panjang ini, telah menyebabkan 20 hektare sawah gagal panen dikarenakan sulitnya mendapatkan pasokan air,” ujar Desly Maki kepada RRI.
Menurutnya, dari keseluruhan lahan tersebut, hanya sekitar delapan hektare sawah yang masih mendapatkan pasokan air. Sementara lahan lainnya telah dialihfungsikan sementara oleh petani untuk ditanami sejumlah komoditas hortikultura.
“Jenis komoditi hortikultura yang ditanam para petani di Desa Tempang Tiga saat ini adalah jagung, ubi manis atau ubi jalar, tomat, dan cabe,” katanya.
Desly menjelaskan, kesulitan memperoleh pasokan air ke persawahan terjadi akibat menurunnya debit air dari hulu Sungai Panasen yang berada di wilayah desa tetangga. Kondisi tersebut berbeda dengan sebelum fenomena El Nino dan kemarau panjang, ketika produksi gabah kering petani masih tergolong tinggi.
Sementara itu, Hukum Tua Desa Tempang Induk, Arjenly Maki, mengatakan kondisi serupa juga dirasakan petani di wilayahnya. Pemerintah desa bersama petani kemudian menyepakati pengaturan distribusi air ke lahan persawahan secara bergiliran.
Sekitar 25 hektare lahan persawahan mendapatkan pasokan air dengan sistem pembagian waktu atau shift. Distribusi dilakukan mulai pagi, siang atau sore, hingga malam hari untuk memastikan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata.
Kondisi kemarau panjang tersebut membuat kebutuhan sarana pendukung pengairan semakin mendesak. Pemerintah desa berharap pemerintah Kabupaten Minahasa maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dapat membantu pengadaan pompa air bagi petani di wilayah Tempang Raya, Kecamatan Langowan Utara.
Pengadaan pompa air diharapkan dapat membantu petani memperoleh sumber air alternatif sehingga lahan persawahan tetap dapat dimanfaatkan. Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi pangan masyarakat di tengah kondisi cuaca kering yang berkepanjangan.
(Jeff Assa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....