Kemarau Panjang, Sawah di Desa Tempok Tak Lagi Produktif

  • 12 Sep 2026 22:36 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa - Kemarau panjang yang berlangsung hampir tiga bulan membuat lahan persawahan di Desa Tempok, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat petani sawah, Opa Maxi Pantow, tidak lagi dapat mengandalkan lahan pertaniannya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Opa Maxi Pantow mengaku hanya bisa pasrah melihat kondisi sawahnya yang kini tidak produktif. Tanah persawahan mengalami kekeringan hingga pecah-pecah akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau.

“Satu-satunya kebun sawah yang menjadi harapan saya untuk memperkuat kebutuhan ketahanan pangan beras keluarga tidak bisa produktif lagi karena sudah kering dan pecah-pecah akibat kemarau panjang ini,” ujar Opa Maxi kepada RRI Manado.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin diperparah karena rumah pompa air yang seharusnya membantu mengairi persawahan tidak beroperasi. Pompa air tidak dapat digunakan karena terkendala ketersediaan bahan bakar minyak jenis solar.

Padahal, sebelum terjadi fenomena El Nino dan kemarau panjang dalam hampir tiga bulan terakhir, lahan sawah milik Opa Maxi masih mampu menghasilkan sekitar 20 karung gabah kering setiap kali panen.

Kondisi lahan yang kering membuat Opa Maxi tidak memiliki pilihan untuk mengalihkan lahannya ke tanaman hortikultura. Ia mengatakan tidak memiliki kebun atau ladang lain yang dapat digunakan untuk menanam komoditas pertanian selain lahan sawah tersebut.

“Tidak ada kebun ladang, yang ada hanyalah kebun sawah,” katanya.

Untuk tetap memenuhi kebutuhan hidup keluarga, Opa Maxi kini mengandalkan usaha peternakan yang masih dimilikinya. Ia memelihara sekitar 20 ekor itik yang setiap hari menghasilkan telur.

Selain ternak itik, Opa Maxi juga memiliki tiga ekor sapi yang menjadi sumber penghidupan lainnya. Salah satu sapi merupakan indukan berusia sekitar lima tahun, sementara dua ekor lainnya dalam kondisi sehat.

Bagi Opa Maxi, ternak tersebut menjadi salah satu harapan untuk tetap bertahan ketika lahan sawah belum dapat kembali produktif. Ia berharap kondisi kemarau segera berakhir sehingga pasokan air untuk persawahan dapat kembali tersedia dan aktivitas pertanian bisa berjalan seperti sebelumnya.

(Jeff Assa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....