Pria Lebih Rentan Perut Buncit, Ini Penyebabnya

  • 13 Agt 2026 11:00 WIB
  •  Manado

RR.CO.ID, Manado-Perut buncit sering dianggap sekadar persoalan penampilan. Padahal, lingkar pinggang yang semakin besar dapat menjadi tanda bertambahnya lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk jauh di dalam rongga perut dan berada di sekitar organ-organ penting. Lemak visceral berlebihan berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan sehingga perut buncit sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai masalah estetika.

Mengapa pria mudah mengalami perut buncit?

Dikutip dari laman www.health.harvard.edu Salah satu alasannya adalah pola penyimpanan lemak pada tubuh pria. Pada banyak pria, kelebihan lemak cenderung lebih mudah terkumpul di area perut dibandingkan beberapa bagian tubuh lainnya. Seiring bertambahnya usia, metabolisme juga dapat menurun, sementara massa otot berkurang dan aktivitas fisik sering kali ikut menurun. Jika asupan kalori tetap tinggi, kelebihan energi lebih mudah disimpan sebagai lemak.

Usia juga menjadi salah satu faktor penting. Pada pria yang semakin bertambah usia, perubahan komposisi tubuh dapat menyebabkan massa otot berkurang dan lemak tubuh meningkat. Harvard Health menjelaskan bahwa pria yang lebih tua cenderung kehilangan massa otot, sehingga pembakaran energi menjadi kurang efisien dan kalori lebih mudah tersimpan sebagai lemak, termasuk di sekitar perut.

Hubungannya dengan hormon testosteron

Dilansir dari laman pubmed.ncbi.nlm.nih.gov Testosteron juga menjadi salah satu faktor yang menarik untuk diperhatikan. Penelitian terbaru yang diterbitkan pada 2026 menemukan adanya hubungan kuat antara lemak visceral dan kadar testosteron yang lebih rendah pada pria. Namun, hubungan ini tidak berarti bahwa setiap pria dengan perut buncit pasti mengalami kekurangan testosteron. Faktor usia, kesehatan, komposisi tubuh, dan kondisi medis lainnya tetap perlu diperhatikan.

Perut buncit bukan sekadar masalah penampilan

Yang perlu diwaspadai adalah lemak visceral, bukan hanya lemak yang terlihat di bawah kulit. Lemak visceral dapat menghasilkan zat-zat yang berhubungan dengan peradangan dan gangguan metabolisme. Kelebihan lemak visceral dikaitkan dengan peningkatan berbagai faktor risiko seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, penyakit hati berlemak, serta penyakit kardiovaskular.

Menariknya, seseorang bisa saja memiliki berat badan atau BMI yang terlihat normal tetapi tetap memiliki lemak visceral yang tinggi. Karena itu, angka timbangan saja tidak selalu menggambarkan kondisi lemak tubuh secara lengkap. Lingkar pinggang dapat menjadi salah satu ukuran sederhana yang membantu melihat adanya penumpukan lemak di area perut.

Bagaimana cara mengurangi perut buncit?

Mengurangi perut buncit membutuhkan perubahan gaya hidup secara konsisten. Pola makan dengan jumlah kalori yang sesuai kebutuhan, memperbanyak makanan bergizi dan berserat, serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi kalori dapat membantu. Aktivitas fisik juga penting, termasuk latihan aerobik dan latihan kekuatan untuk membantu mempertahankan atau meningkatkan massa otot.

Pria juga sebaiknya tidak hanya mengejar berat badan turun, tetapi memperhatikan perubahan komposisi tubuh dan lingkar pinggang. Penelitian terbaru dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menunjukkan bahwa mempertahankan kadar lemak visceral yang lebih rendah berkaitan dengan kesehatan kardiometabolik jangka panjang yang lebih baik, bahkan ketika perubahan berat badan tidak terlalu besar.

Pada akhirnya, perut buncit bukan sekadar tanda celana mulai terasa sempit. Bagi pria, terutama ketika usia bertambah, lingkar pinggang yang terus meningkat dapat menjadi sinyal untuk mulai lebih serius memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kesehatan secara keseluruhan. Menjaga lingkar pinggang tetap sehat bukan hanya soal tampil lebih baik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga tubuh tetap kuat dan sehat hingga usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....