Waspada, Gatal Kulit Bisa Jadi Gejala Awal Diabetes

  • 13 Jun 2026 22:25 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Gatal pada kulit sering dianggap sebagai gangguan ringan yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kondisi ini ternyata tidak selalu bisa disepelekan, karena dalam beberapa kasus, gatal juga dapat menjadi salah satu gejala awal penyakit diabetes.

Meski demikian, gatal pada kulit tidak selalu berkaitan dengan diabetes. Ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gatal, mulai dari alergi, infeksi bakteri, hingga proses penyembuhan luka pada kulit.

Gatal yang disebabkan oleh faktor-faktor tersebut umumnya bersifat sementara dan akan mereda setelah penyebab utamanya diatasi. Namun, kondisi ini menjadi berbeda ketika gatal berkaitan dengan diabetes.

Pada penderita diabetes, rasa gatal umumnya dipicu oleh kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam menjaga kelembapan kulit, sehingga kulit menjadi kering, mudah iritasi, dan lebih sensitif terhadap gesekan maupun pakaian.

Akibatnya, rasa gatal bisa muncul di berbagai bagian tubuh, terutama pada area yang sering mengalami gesekan seperti kaki, tangan, dan punggung.

Selain itu, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama juga dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah serta melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi jamur maupun bakteri, yang pada akhirnya dapat memperparah rasa gatal yang dialami penderita.

Tidak hanya itu, luka atau goresan pada kulit penderita diabetes juga cenderung lebih sulit sembuh. Hal ini membuat gatal akibat diabetes bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan komplikasi kulit yang lebih serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Diabetes sendiri tidak hanya berdampak pada kesehatan organ dalam tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Bahkan, masalah kulit kerap kali menjadi gejala awal diabetes yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya.

Meski demikian, tidak semua gangguan kulit merupakan tanda diabetes. Pada orang yang memiliki kondisi ini, gatal biasanya terjadi akibat kadar gula darah yang terlalu tinggi, berbeda dengan gatal biasa yang umumnya disebabkan oleh infeksi, iritasi, atau gangguan kulit lainnya.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kerusakan saraf serta gangguan aliran darah di beberapa bagian tubuh. Kondisi ini membuat munculnya gatal pada penderita diabetes memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan gatal biasa.

Perbedaan Gatal Biasa dan Gatal Akibat Diabetes

Terdapat beberapa perbedaan yang dapat diperhatikan untuk membedakan gatal biasa dengan gatal akibat diabetes. Salah satunya adalah kondisi kulit.

Pada penderita diabetes, gatal sering kali diawali dengan kulit yang kering akibat sirkulasi darah yang tidak stabil. Sementara pada gatal biasa, kondisi kulit bisa tetap normal atau tidak kering, misalnya akibat gigitan serangga atau paparan zat pemicu alergi.

Perbedaan lainnya terletak pada intensitas rasa gatal. Pada penderita diabetes, gatal cenderung lebih intens, berlangsung lama, dan sulit sembuh. Bahkan, ketika digaruk hingga menimbulkan luka, proses penyembuhannya juga lebih lambat.

Sebaliknya, gatal biasa umumnya bersifat sementara dan akan hilang setelah digaruk atau diatasi dengan menghindari penyebabnya.

Dari segi lokasi, gatal akibat diabetes memang bisa terjadi di seluruh tubuh. Namun, kondisi ini lebih sering muncul pada area tungkai bawah atau kaki. Sementara gatal biasa dapat muncul di bagian tubuh mana saja tanpa pola tertentu.

Waspada Gejala Awal

Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap kemungkinan gejala awal diabetes, terutama jika gatal pada kulit terjadi terus-menerus tanpa penyebab yang jelas dan sulit sembuh.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin serta pengendalian kadar gula darah menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, termasuk masalah pada kulit.

Meski terlihat sederhana, gatal yang tidak biasa dapat menjadi sinyal awal dari gangguan kesehatan yang lebih serius. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala tersebut dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika keluhan berlangsung lama.(Sumber:tribratanews.polri.go.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....