Jangan Anggap Sepele Kaki Bengkak, Tanda Penyakit Serius

  • 16 Feb 2026 08:14 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kaki bengkak atau edema merupakan kondisi umum yang dapat dialami siapa saja. Meski kerap dianggap sepele, pembengkakan pada kaki bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan cairan di jaringan tubuh, terutama di area tungkai dan pergelangan kaki.

Seperti dikutip dari laman polri.go.id, kaki bengkak umumnya disebabkan oleh terlalu lama berdiri atau duduk, cedera, kehamilan, hingga efek samping obat-obatan tertentu. Penanganan awal yang bisa dilakukan antara lain dengan mengistirahatkan kaki dan memposisikannya lebih tinggi dari jantung, melakukan kompres dingin, mengurangi konsumsi garam, serta rutin melakukan olahraga ringan.

Penyebab Kaki Bengkak yang Perlu Diwaspadai

Secara umum, kaki bengkak bisa terjadi akibat benturan atau cedera karena terkena benda keras. Namun, terdapat berbagai faktor lain yang juga dapat memicu kondisi ini. Terlalu lama berdiri atau berjalan dapat menyebabkan penumpukan cairan di bagian tubuh tertentu, termasuk kaki. Kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya setelah tubuh beristirahat dan sirkulasi darah kembali lancar.

Selain itu, kehamilan juga menjadi salah satu penyebab umum kaki bengkak. Peningkatan tekanan pada pembuluh darah selama masa kehamilan dapat menyebabkan pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki. Meski tergolong normal, ibu hamil tetap perlu waspada.

Pembengkakan yang disertai peningkatan tekanan darah dan kadar protein dalam urine bisa menjadi tanda preeklampsia, yakni kondisi serius yang terjadi selama kehamilan atau setelah persalinan. Jika tidak segera ditangani, preeklampsia dapat berkembang menjadi eklampsia yang membahayakan ibu dan janin.

Edema sendiri merupakan kondisi medis yang ditandai dengan pembengkakan akibat penumpukan cairan di jaringan tubuh. Tidak hanya terjadi pada kaki, edema juga dapat muncul di wajah, tangan, maupun perut. Cedera pada pergelangan kaki, seperti terkilir, juga kerap menjadi penyebab pembengkakan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang semakin parah dan memperlambat proses pemulihan.

Lebih jauh, pembengkakan pada kaki juga bisa disebabkan oleh pembekuan darah atau gumpalan darah di pembuluh vena. Kondisi ini berbahaya karena dapat menghambat aliran darah kembali ke jantung dan berpotensi mengancam nyawa jika tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Efek samping obat-obatan tertentu juga dapat memicu retensi cairan dalam tubuh. Selain itu, gaya hidup kurang sehat seperti jarang bergerak, pola makan tinggi garam, hingga konsumsi alkohol berlebihan turut meningkatkan risiko terjadinya kaki bengkak. Konsumsi alkohol, misalnya, dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh. Bahkan, pembengkakan yang terjadi setelah minum alkohol bisa menjadi tanda gangguan pada organ penting seperti hati, jantung, atau ginjal.

Bisa Menjadi Gejala Penyakit Serius

Pembengkakan pada kaki tidak jarang menjadi indikasi adanya penyakit kronis. Pada penderita gagal jantung sisi kanan, penumpukan garam dan cairan dapat menyebabkan pembengkakan yang lebih terasa pada malam hari.

Gangguan fungsi ginjal juga dapat memicu penumpukan cairan karena organ tersebut tidak mampu menyaring dan membuang kelebihan cairan secara optimal. Sementara itu, penyakit hati dapat mengganggu produksi albumin, protein yang berperan menjaga cairan tetap berada di dalam pembuluh darah. Ketika produksi albumin menurun, cairan dapat keluar ke jaringan sekitar dan menyebabkan pembengkakan.

Infeksi juga menjadi salah satu penyebab kaki bengkak, terutama pada penderita diabetes yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Oleh karena itu, perubahan mendadak seperti munculnya pembengkakan atau benjolan pada kaki tidak boleh diabaikan.

Cara Mengatasi Kaki Bengkak

Meski dalam banyak kasus kaki bengkak dapat sembuh dengan sendirinya, kondisi ini tetap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meredakan pembengkakan antara lain:

  1. Minum air putih minimal 8–10 gelas per hari untuk membantu mengurangi retensi cairan.
  2. Merendam kaki dengan air garam guna membantu meredakan pembengkakan dan membuat otot lebih rileks.
  3. Menggunakan stoking kompresi dengan ukuran yang sesuai dan tidak terlalu ketat.
  4. Mengangkat kaki dengan bantuan bantal atau penyangga saat duduk maupun berbaring.
  5. Melakukan gerakan ringan atau berjalan kaki setiap satu jam sekali.
  6. Berolahraga secara rutin minimal seminggu sekali.
  7. Mengonsumsi makanan yang mengandung magnesium seperti tahu, bayam, brokoli, dan alpukat.
  8. Memperbanyak asupan potasium dari ubi, pisang, ayam, dan salmon.

Jika pembengkakan tidak kunjung membaik, semakin parah, atau disertai gejala lain seperti nyeri hebat, sesak napas, atau perubahan warna kulit, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Kaki bengkak memang kondisi yang umum terjadi. Namun, memahami penyebab dan cara mengatasinya menjadi langkah penting agar kondisi ini tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....