Kenali Ciri-Ciri Luka Diabetes dengan Luka Biasa

  • 13 Jun 2026 08:40 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Luka pada kulit dapat dialami siapa saja akibat goresan, terjatuh, atau terkena benda tajam. Namun, kondisi ini memerlukan perhatian lebih pada penderita diabetes karena luka yang tampak kecil sekalipun berisiko berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius.

Dikutip dari laman polri.go.id kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Kondisi tersebut terjadi karena aliran darah menjadi kurang lancar, sistem kekebalan tubuh melemah, serta terjadi kerusakan pada pembuluh darah dan saraf. Akibatnya, luka diabetes lebih mudah terinfeksi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dibandingkan luka biasa.

Pemahaman mengenai perbedaan luka diabetes dan luka biasa sangat penting untuk mendeteksi tanda bahaya sejak dini serta mencegah komplikasi yang lebih berat.

Berikut beberapa perbedaan utama antara luka diabetes dan luka biasa:

  1. Durasi Penyembuhan
    Luka biasa umumnya dapat sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu apabila mendapatkan perawatan yang tepat. Sementara itu, luka diabetes dapat bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan meskipun telah dirawat secara rutin.
  2. Keluhan Nyeri
    Pada luka biasa, tingkat nyeri biasanya sesuai dengan luas atau tingkat keparahan luka. Sebaliknya, penderita diabetes yang mengalami kerusakan saraf atau neuropati dapat merasakan nyeri yang tidak sesuai dengan kondisi luka, bahkan terkadang tidak merasakan sakit sama sekali.
  3. Risiko Infeksi Lebih Tinggi
    Jika kebersihan luka terjaga, risiko infeksi pada luka biasa relatif rendah. Namun, luka diabetes lebih rentan mengalami infeksi yang ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, keluarnya nanah, bau tidak sedap, hingga munculnya jaringan mati di sekitar luka.
  4. Potensi Komplikasi Serius
    Luka biasa umumnya jarang menyebabkan komplikasi berat apabila segera ditangani. Berbeda dengan luka diabetes yang dapat berkembang menjadi kondisi serius hingga berujung pada tindakan amputasi jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
  5. Perubahan Warna Luka
    Kurangnya aliran darah pada penderita diabetes dapat menyebabkan luka berubah warna menjadi kehitaman, kebiruan, atau pucat. Kondisi ini jarang ditemukan pada luka biasa.
  6. Lokasi Luka
    Luka diabetes paling sering muncul di area kaki, terutama pada bagian yang menanggung beban tubuh seperti telapak kaki, tumit, dan jari kaki. Sementara itu, luka biasa dapat terjadi di berbagai bagian tubuh akibat cedera atau benturan.
    Masyarakat, khususnya penderita diabetes, diimbau untuk rutin memantau kondisi luka dan segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan apabila luka tidak menunjukkan tanda-tanda penyembuhan atau muncul gejala infeksi.
    Dengan mengenali perbedaan antara luka diabetes dan luka biasa, penanganan yang tepat dapat dilakukan lebih dini sehingga risiko komplikasi serius dapat diminimalkan.
    (Sumber:tribratanews.polri.go.id)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....