Jangan Anggap Sepele Nyeri Telapak Kaki Tanda Penyakit Serius
- 13 Jun 2026 22:28 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Nyeri pada telapak kaki sering kali dianggap sebagai keluhan ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, terutama jika berlangsung dalam waktu lama atau sering kambuh karena dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.
Telapak kaki merupakan bagian tubuh yang berperan penting sebagai tumpuan saat berjalan dan beraktivitas. Ketika bagian ini mengalami masalah, mobilitas seseorang dapat terganggu dan berdampak pada aktivitas sehari-hari.
Nyeri telapak kaki dapat muncul di berbagai area, seperti tumit, lengkungan kaki, hingga jari-jari kaki. Bahkan, rasa sakit juga bisa dirasakan di seluruh permukaan telapak kaki, baik pada satu kaki maupun kedua kaki sekaligus.
Berbagai faktor dapat memicu munculnya nyeri telapak kaki, mulai dari terlalu lama berdiri, berjalan atau berlari dalam waktu lama, hingga penggunaan alas kaki yang tidak sesuai. Selain itu, sejumlah kondisi kesehatan juga diketahui dapat menyebabkan rasa sakit pada telapak kaki.
Salah satu penyebab yang paling umum adalah kapalan, yaitu penebalan kulit akibat gesekan dan tekanan berulang. Meski umumnya tidak berbahaya, kapalan dapat menimbulkan rasa nyeri saat berjalan apabila terjadi tekanan pada area yang menebal.
Selain kapalan, terdapat pula plantar warts atau kutil plantar yang sering muncul di telapak kaki dan tumit. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang masuk melalui luka kecil pada kulit. Kutil plantar dapat tumbuh ke dalam lapisan kulit sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman saat melangkah.
Penyebab lain yang cukup sering terjadi adalah plantar fasciitis, yakni peradangan pada jaringan tebal yang menghubungkan tulang tumit dengan jari-jari kaki. Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri tajam di tumit, terutama saat pertama kali menginjakkan kaki setelah bangun tidur.
Sementara itu, Tarsal Tunnel Syndrome (TTS) juga dapat memicu nyeri telapak kaki. Gangguan ini terjadi akibat tekanan berulang pada saraf tibialis posterior yang berada di sekitar pergelangan kaki. Penderitanya dapat mengalami nyeri, mati rasa, hingga sensasi kesemutan pada telapak kaki.
Kelainan bentuk kaki seperti flat feet atau kaki datar juga menjadi salah satu faktor penyebab. Pada kondisi ini, lengkungan alami di bagian tengah telapak kaki tidak terbentuk secara normal sehingga dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat berjalan atau berdiri dalam waktu lama.
Selain itu, metatarsalgia merupakan kondisi peradangan pada bagian metatarsal atau telapak kaki yang sering dialami atlet lari dan atlet lompat. Kondisi ini juga dapat dipicu oleh penggunaan sepatu yang terlalu sempit maupun terlalu longgar.
Penyebab lainnya adalah bunion, yaitu benjolan tulang yang muncul pada sendi di pangkal jempol kaki. Kondisi ini terjadi ketika tulang-tulang di bagian depan kaki bergeser dari posisi normal sehingga menyebabkan jempol kaki mengarah ke jari lainnya dan menimbulkan tonjolan yang terasa nyeri.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan nyeri telapak kaki yang terjadi secara terus-menerus atau berulang. Jika keluhan tidak kunjung membaik, disarankan untuk memeriksakan diri ke tenaga medis guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
(Sumber:tribratanews.polri.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....