Kasus Stroke Usia Muda Makin Marak di Indonesia

  • 15 Des 2024 20:47 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Data Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk.

Stroke menjadi perlu diseriusi karena pe takot ini menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia.

Berdasarkan Data Survei Kesehatan tersebut, total kecatatab 11,2 persen dan jumlah kematian 18,5 persen.

Data ini sekaligus menunjukkan bahwa biaya pengeluaran tertinggi ketiga adalah penyakit stroke setelah jantung dan kanker, yakni sebesar Rp 5,2 triliun pada 2023.

Meski umumnya penyakit ini menyerang usia 40 tahun ke atas, namun kasus stroke belakangan ink semakin banyak menyerang di usia muda.

Untuk menangani Stroke lewat pengendalian faktor risiko, yang 90 persen kasus ini bisa dicegah.

Menurut Dr dr Jacub Pandelaki, SpRad(K) dari RS Abdi Waluyo, stroke usia muda dipicu atau dilatarbelakangi Pola Hidup.

Menurut dr Jacub, pola makan di masa kini dan lampau relatif jauh berbeda.

Karena sekarang ini tidak sedikit orang yang memilih makanan instan atau siap saji dan serba praktis.

Makanan ini pada umumnya mengandung gula, garam, lemak tinggi.

Hal ini disebabkan karena makanan sehat yang dijual di pasaran, relatif lebih mahal.

“Pola hidup orang Indonesia sekarang ini beda dengan beberapa tahun sebelumnya. Dulu makan mi instan saja jarang, sekarang sudah ada fast food dan umumnya disajikan dengan cara digoreng, kalau rebus, sebetulnya lebih sehat. Jadi pola hidup mempunyai pengaruh yang besar, itulah kenapa pada usia muda sekarang ini bisa dimungkinkan terkena stroke", jelasnya

Ditambahkan, Stroke paling rentan terjadi pada kelompok dengan riwayat komorbid (penyakit penyerta) seperti diabetes, hipertensi, hingga kolesterol tinggi.

Untuk itu disarankan, mengelola makanan, istirahat cukup dan olahraga teratur serga rutin melakukan pemeriksaan di laboratorium dan pemeriksaan radiologi melalui medical check-up.

Menurut dr. Jacob, pemeriksaan radiologi seperti CT scan, MRI serta angiografi otak dalam tatalaksana diagnosis dan pengobatan melalui endovascular atau kateterisasi sangat penting untuk mencegah terjadinya stroke.

Richard. K

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....