Diabetes Melitus, Kenali Gejalanya sebelum Terlambat
- 01 Agt 2026 19:23 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah meningkat karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Menurut laman www.who.int Insulin adalah hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Jika tidak ditangani dengan baik, diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan, hingga kerusakan saraf. Diabetes menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia dan jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun.
Dikutip dari laman diabetes.org Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan diabetes adalah banyak penderitanya tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap penyakit ini. Pada tahap awal, diabetes sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Ketika gejala mulai muncul, kondisi gula darah biasanya sudah cukup tinggi. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal diabetes sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Gejala umum diabetes melitus meliputi sering buang air kecil, terutama pada malam hari, rasa haus yang berlebihan, mudah lapar meskipun sudah makan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, tubuh mudah lelah, penglihatan menjadi kabur, serta luka yang sulit sembuh. Beberapa penderita juga mengalami kesemutan pada tangan atau kaki akibat gangguan saraf. Jika mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan kadar gula darah di fasilitas kesehatan.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2, di antaranya kelebihan berat badan atau obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula dan lemak, riwayat keluarga dengan diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta usia di atas 45 tahun. Namun, saat ini diabetes juga semakin banyak ditemukan pada usia muda akibat perubahan gaya hidup yang kurang sehat.
Kabar baiknya, diabetes tipe 2 dapat dicegah atau ditunda dengan menerapkan gaya hidup sehat. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu, memperbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, mengurangi minuman manis, berhenti merokok, serta membatasi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Bagi penderita diabetes, pengelolaan penyakit harus dilakukan secara konsisten. Mengontrol kadar gula darah, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, menerapkan pola makan sehat, berolahraga secara rutin, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu mencegah komplikasi. Diabetes memang belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikendalikan sehingga penderitanya tetap dapat menjalani hidup yang sehat dan produktif.
Dilansir dari laman kemkes.go.id Mengenali gejala diabetes sejak dini adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan. Jangan abaikan tanda-tanda seperti sering haus, sering buang air kecil, atau luka yang sulit sembuh. Semakin cepat diabetes terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup. Mulailah menerapkan pola hidup sehat sejak sekarang karena pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....