Rokok Elektrik, Benarkah Lebih Aman? Ini Faktanya
- 01 Agt 2026 19:20 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Rokok elektrik atau vape semakin populer di berbagai kalangan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Menurut laman www.who.int Banyak orang menganggap vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional karena tidak melalui proses pembakaran tembakau. Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa meskipun berbeda dengan rokok biasa, rokok elektrik tetap mengandung zat yang dapat membahayakan kesehatan dan bukan merupakan produk yang bebas risiko.
Dikuip dari laman www.lung.org Cairan rokok elektrik umumnya mengandung nikotin, yaitu zat yang menyebabkan ketergantungan. Selain nikotin, uap yang dihasilkan juga dapat mengandung bahan kimia seperti propilen glikol, gliserin, senyawa organik volatil (VOC), logam berat, serta partikel ultrahalus yang dapat masuk ke dalam paru-paru. Paparan zat-zat tersebut berpotensi mengganggu fungsi pernapasan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dilansir dari laman www.cdc.gov Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penggunaan rokok elektrik pernah dikaitkan dengan kasus cedera paru serius atau EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury). Sebagian besar kasus terjadi pada pengguna produk yang mengandung THC atau cairan dari sumber yang tidak resmi, namun CDC tetap mengingatkan bahwa penggunaan vape memiliki risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
WHO juga menegaskan bahwa nikotin dalam rokok elektrik dapat memengaruhi perkembangan otak remaja hingga usia sekitar 25 tahun. Dampaknya meliputi gangguan konsentrasi, daya ingat, kemampuan belajar, serta meningkatkan risiko kecanduan terhadap produk nikotin lainnya. Karena itu, penggunaan vape sangat tidak dianjurkan bagi anak-anak dan remaja.
Bagi perokok dewasa, beberapa penelitian menunjukkan bahwa beralih sepenuhnya dari rokok konvensional ke rokok elektrik dapat mengurangi paparan terhadap sejumlah zat beracun. Namun, para pakar menegaskan bahwa hal ini bukan berarti vape aman, karena dampak penggunaan jangka panjang terhadap kesehatan masih terus diteliti. Cara terbaik untuk melindungi kesehatan adalah berhenti menggunakan semua produk tembakau dan nikotin.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada iklan atau promosi yang menyebut rokok elektrik sepenuhnya aman. Sebelum memutuskan menggunakan produk tersebut, penting untuk mencari informasi dari sumber resmi dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Menjaga paru-paru tetap sehat melalui pola hidup sehat, olahraga, serta menghindari asap rokok tetap menjadi langkah terbaik untuk mencegah penyakit pernapasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....