Wisata Bromo Masih Ditutup, Utusan Khusus Presiden Soroti Mata Pencaharian Warga
- 17 Agt 2026 21:44 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Probolinggo – Kawasan wisata Gunung Bromo masih ditutup sementara pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan pariwisata, tetapi juga mata pencaharian masyarakat sekitar.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Indra Sutanto, turun langsung meninjau kawasan Bromo untuk melihat kondisi pascakebakaran sekaligus mendapatkan gambaran faktual mengenai kerusakan dan luasan area terdampak.
Hasil peninjauan tersebut akan menjadi bahan laporan kepada pemerintah sebagai dasar menentukan langkah penanganan dan pemulihan kawasan wisata Bromo.
Indra mengatakan, kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan secara langsung, termasuk mengetahui luasan kawasan yang terdampak karhutla.
“Kita juga sudah lihat. Mungkin yang pertama kita sampaikan itu kondisi real-nya, keadaan aslinya di sini seperti apa, dan juga nanti saya sampaikan berapa luasnya yang terdampak,” kata Indra saat meninjau kawasan Bromo, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, apabila dalam proses pemulihan terdapat kebutuhan yang memerlukan intervensi pemerintah, hal tersebut akan disampaikan untuk ditindaklanjuti.
Indra menegaskan, pemulihan Bromo tidak hanya menyangkut kondisi lingkungan dan sektor pariwisata. Keberlangsungan aktivitas wisata juga berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat yang selama ini menggantungkan pendapatan dari sektor tersebut.
“Penduduk sekitar sini mata pencahariannya kan di wisata. Jadi kalau ini lama-lama ditutup, kasihan,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap penanganan pascakebakaran dapat segera dituntaskan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan. Namun, pembukaan kawasan tetap harus menunggu kepastian bahwa kondisi benar-benar aman bagi wisatawan maupun petugas.
Indra juga memberikan apresiasi kepada personel gabungan dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, proses pemadaman hingga pendinginan membutuhkan kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak.
“Kita dari UKP terutama mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya untuk semua relawan yang sudah berjuang dari awal sampai sekarang,” ungkapnya.
Di tengah proses pemulihan, Indra turut mengingatkan wisatawan agar lebih bertanggung jawab ketika berkunjung ke kawasan konservasi.
Wisatawan diminta tidak hanya menikmati keindahan panorama Bromo, tetapi juga memahami potensi bahaya yang dapat muncul akibat aktivitas manusia, terutama penggunaan sumber api.
“Jangan kita lihat indahnya saja, tapi juga kita harus sadar tingkat bahayanya,” katanya.
Peringatan tersebut secara khusus ditujukan kepada wisatawan yang merokok. Indra meminta pengunjung memastikan puntung rokok maupun sumber api lainnya tidak dibuang sembarangan.
Ia menilai kelalaian kecil dapat menimbulkan dampak besar terhadap ekosistem sekaligus masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pariwisata.
“Kalau sudah begini, yang rugi banyak orang,” tegasnya.
Sementara itu, Satgas Penanganan Karhutla masih melakukan penyisiran dan pendinginan di sejumlah lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan sebelumnya menyatakan kondisi kawasan secara umum sudah aman dan kondusif. Berdasarkan data terakhir, luas kawasan yang terdampak karhutla mencapai 1.120,3 hektare dan belum bertambah.
Meski situasi relatif aman, kawasan Kaldera Bromo belum langsung dibuka untuk wisatawan. Pembukaan kembali masih menunggu hasil evaluasi Satgas serta kesiapan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Apabila seluruh aspek keselamatan telah terpenuhi, keputusan pembukaan kembali kawasan akan disampaikan oleh Menteri Kehutanan.
Indra berharap proses pemulihan dapat berlangsung secepatnya agar masyarakat sekitar Bromo kembali memperoleh penghasilan dari aktivitas pariwisata. Namun, percepatan pemulihan tetap harus berjalan beriringan dengan keselamatan wisatawan serta perlindungan kawasan konservasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....