Menikmati Museum Bawah Tanah, Wisata Edukatif Keluarga

  • 14 Jul 2026 20:37 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Museum Bawah Tanah Surabaya menjadi salah satu destinasi wisata edukatif yang bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi wisatawan saat akhir pekan. Berada di kawasan Alun-Alun Surabaya, tepatnya di Jalan Gubernur Suryo, museum ini menawarkan pengalaman berbeda karena seluruh ruang pamer berada di bawah tanah dengan konsep modern dan futuristik.

Museum yang diresmikan pada 2022 itu menyuguhkan beragam karya seni berupa lukisan dan mural hasil kreasi seniman lokal. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat koleksi benda-benda bersejarah, mulai dari foto dokumentasi, dokumen, senjata, hingga peralatan rumah tangga tempo dulu yang ditata dalam ruang pamer bergaya modern.

Salah satu daya tarik museum ini adalah akses masuk melalui eskalator beratap kaca yang mengantarkan pengunjung menuju area bawah tanah. Di dalamnya, suasana terasa nyaman berkat pencahayaan artistik, langit-langit tinggi, instalasi kaca, serta dominasi warna putih yang membuat ruangan tampak luas.

Selain ruang pamer, museum juga memiliki area skateboard yang dihiasi mural warna-warni dan mendapat pencahayaan alami dari skylight. Kawasan Alun-Alun Surabaya di sekitarnya juga dilengkapi ruang terbuka, air mancur, area kuliner, toilet, musala, area parkir, hingga lift khusus penyandang disabilitas sehingga menjadi destinasi yang ramah bagi seluruh kalangan.

Salah seorang pengunjung, Andy, wisatawan asal Malang, mengaku sengaja datang bersama istri dan anaknya untuk mengisi liburan sekaligus mengenalkan sejarah kepada sang buah hati.

Perjalanan dari Kota Malang menuju Museum Bawah Tanah Surabaya ditempuh menggunakan mobil pribadi melalui Jalan Tol Pandaan–Malang yang tersambung dengan Tol Surabaya–Gempol. Setelah keluar di kawasan pusat Kota Surabaya, ia melanjutkan perjalanan menuju Jalan Basuki Rahmat hingga tiba di Jalan Gubernur Suryo. Waktu tempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga jam, tergantung kondisi lalu lintas.

"Saya sengaja mengajak anak ke sini karena ingin mengenalkan sejarah sejak dini. Tempatnya nyaman, modern, jadi anak-anak tidak merasa bosan. Mereka bisa melihat koleksi sejarah sambil menikmati suasana museum yang berbeda," kata Andy kepada RRI, Minggu (12/7/2026).

Menurut Andy, konsep Museum Bawah Tanah Surabaya membuat anak-anak lebih mudah tertarik mempelajari sejarah dibandingkan museum pada umumnya.

"Biasanya kalau dengar museum anak-anak kurang tertarik. Tapi di sini banyak mural, pencahayaan bagus, ruangnya bersih, sehingga mereka lebih antusias melihat koleksi dan bertanya tentang sejarah yang dipajang," ujarnya.

Andy juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang menggratiskan tiket masuk museum. Menurutnya, hal itu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati wisata edukatif tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

"Menurut saya ini sangat bagus. Wisatanya gratis, tetapi nilai edukasinya tinggi. Semoga semakin banyak masyarakat yang datang karena selain berlibur juga bisa menambah wawasan sejarah, terutama bagi anak-anak," tuturnya.

Museum Bawah Tanah Surabaya buka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB. Meskipun tidak dipungut biaya masuk, pengunjung diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi Pemerintah Kota Surabaya untuk mendapatkan jadwal kunjungan sesuai kuota yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....