Wringinanom Masuk Tahap Asesmen Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2026

  • 09 Agt 2026 13:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Desa Wisata Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, lolos Panel Reviu I Program Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan Tahun 2026 dan kini mengikuti tahap asesmen lapangan.

Asesmen berlangsung pada akhir Juli 2026, di Desa Wisata Wringinanom. Kegiatan melibatkan tim auditor dari Lembaga Sertifikasi Indonesia Sustainable Tourism Council (LS-ISTC), Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, serta pemangku kepentingan desa.

Dalam asesmen tersebut, auditor melakukan verifikasi dokumen, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta peninjauan sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari pengelolaan Desa Wisata Wringinanom.

Tim auditor dari LS-ISTC terdiri atas Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy, A. Par., M.M., CHE sebagai Lead Auditor, Dr. Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc., CHE., CTE sebagai Auditor, serta Dr. Reagan Brian, S.ST., M.M. sebagai sekretariat pendamping.

Sejumlah lokasi yang ditinjau meliputi Sekretariat Pokdarwis, toilet, galeri UMKM di Rest Area Wringinanom, homestay masyarakat, Rest Area Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru, Sandal Handycraft, dan Banyumaro River Tubing.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Drs. Firmando H. Matondang, mengatakan masuknya Wringinanom ke tahap asesmen lapangan menunjukkan adanya proses pengembangan pengelolaan desa wisata yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.

"Kami mengapresiasi kerja keras Pemerintah Desa Wringinanom, Pokdarwis Dewi Anom, pelaku UMKM, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi membangun desa wisata yang berkualitas. Asesmen ini bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Desa Wisata Wringinanom telah menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan aspek tata kelola, sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan," jelasnya, Minggu (9/8/2026).

Menurut Firmando, proses tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi desa wisata lain di Kabupaten Malang untuk memperkuat pengelolaan destinasi, termasuk aspek kelembagaan, pelestarian budaya dan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat.

Desa Wisata Wringinanom memiliki sejumlah potensi wisata dan ekonomi kreatif, di antaranya Banyumaro Tubing, homestay berbasis masyarakat, kerajinan eceng gondok, seni bantengan, serta produk UMKM lokal. Desa tersebut juga menjalankan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

Program Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan merupakan program Kementerian Pariwisata yang menilai pengelolaan desa wisata dari berbagai aspek, termasuk tata kelola, sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Malang berharap Desa Wisata Wringinanom dapat melewati tahapan asesmen dan memperoleh Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan Tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....