Bromo Ditutup Total, 3.062 Wisatawan Terpaksa Batalkan Kunjungan

  • 14 Agt 2026 10:13 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Penutupan total kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada ribuan wisatawan yang telah merencanakan kunjungan pada 9–15 Agustus 2026.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat sebanyak 3.062 wisatawan telah membeli tiket untuk periode tersebut. Sebagai kompensasi atas penutupan kawasan, pengelola memberikan dua pilihan kepada wisatawan terdampak, yakni pengembalian dana atau refund dan penjadwalan ulang kunjungan atau reschedule.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan sebagian besar wisatawan memilih mengajukan pengembalian dana.

“Data sementara menunjukkan mayoritas wisatawan memilih refund. Untuk wisatawan nusantara, 1.944 orang sudah mengajukan refund dan 32 orang memilih reschedule,” ujar Endrip, Jumat (14/8/2026).

Dari total 2.671 wisatawan nusantara yang telah membeli tiket, sebanyak 1.944 orang mengajukan refund. Sementara 32 orang memilih menggeser jadwal kunjungan.

Adapun 695 wisatawan nusantara lainnya masih belum mengajukan permohonan refund maupun reschedule.

Untuk wisatawan mancanegara, TNBTS mencatat sebanyak 391 orang telah membeli tiket. Dari jumlah tersebut, 112 orang telah mengajukan refund dan belum ada yang memilih opsi reschedule.

“Untuk wisatawan mancanegara, belum ada yang mengajukan reschedule. Sementara 279 orang lainnya belum mengajukan refund maupun reschedule,” kata Endrip.

Jika digabungkan, hingga Rabu pagi tercatat 2.056 wisatawan telah memilih refund dan 32 orang memilih reschedule. Sementara 974 wisatawan lainnya masih belum menentukan pilihan.

TNBTS masih memberikan kesempatan kepada wisatawan terdampak untuk menentukan pilihan sesuai kondisi dan rencana perjalanan masing-masing.

Penutupan total kawasan wisata Bromo dilakukan menyusul kebakaran yang meluas di sejumlah wilayah TNBTS. Selain untuk mengantisipasi ancaman keselamatan wisatawan, kebijakan tersebut juga dilakukan agar personel gabungan dapat berkonsentrasi dalam penanganan karhutla.

Kebakaran pertama kali terdeteksi di Blok Bantengan pada Senin (3/8/2026). Api kemudian merambat ke sejumlah wilayah TNBTS yang berada di Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, hingga Pasuruan.

Kondisi tersebut membuat seluruh akses menuju kawasan wisata Bromo ditutup mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB. Kawasan wisata baru akan kembali dibuka setelah dinyatakan aman.

“Keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan utama. Selama penanganan kebakaran berlangsung, kawasan wisata harus ditutup agar proses pemadaman dapat berjalan maksimal,” ungkap Endrip.

TNBTS mengimbau wisatawan dan masyarakat tidak menerobos kawasan yang masih ditutup. Calon pengunjung juga diminta memantau informasi resmi terkait perkembangan situasi serta kebijakan pembukaan kembali kawasan wisata Bromo.

Penutupan total ini menjadi salah satu dampak langsung karhutla terhadap sektor pariwisata Bromo. Sedikitnya 3.062 wisatawan yang telah membeli tiket untuk periode 9–15 Agustus 2026 terdampak kebijakan tersebut, sementara petugas masih berfokus memastikan kawasan benar-benar aman sebelum aktivitas wisata kembali dibuka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....