Desa Ngabab Pujon Malang Dibidik Jadi Pilot Project Kopi Arabika

  • 02 Jun 2026 12:33 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Perayaan hari jadi ke-184 Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, tidak sekadar menjadi ajang hura-hura adat. Di usia yang hampir menyentuh dua abad tersebut, desa yang terletak di kawasan sejuk Kabupaten Malang ini justru bersiap melakukan lompatan ekonomi besar. Pemkab Malang membidik desa ini sebagai motor penggerak baru sektor perkebunan.

Sinyal itu ditangkap langsung saat Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir membuka upacara adat "Pecah Cikal" dan Pawai Budaya di Balai Desa Ngabab. Momentum yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila itu dimanfaatkan pemkab untuk menginisiasi kebangkitan komoditas premium.

"Desa Ngabab bisa dijadikan salah satu pilot project untuk menghidupkan kembali kopi dan kakao di Kabupaten Malang," tegas Lathifah Shohib di sela-sela meninjau potensi desa setempat.

Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan kejayaan kopi arabika daerah penunjang pariwisata Pujon tersebut.

Selain membawa misi ekonomi, perayaan bertajuk "Harmoni Nyawiji Hanggayuh Kapti" ini menjadi panggung kelestarian tradisi yang kuat. Salah satu yang menyedot perhatian adalah ritual "Pecah Cikal". Ritual memecah tunas kelapa ini menjadi simbolisasi pembuka kemakmuran dan keselamatan warga.

“Saya menekankan bahwa tradisi Pecah Cikal bukan sekadar seremonial, melainkan warisan luhur yang mengandung nilai filosofis tentang syukur, doa, dan keselamatan bagi masyarakat,” imbuh mantan anggota DPR RI tersebut.

Kekuatan utama Desa Ngabab, lanjut Wabup, terletak pada homogenitas warga yang sangat solid. Berdasar data lapangan, hampir 100 persen warga setempat memeluk agama Islam, dengan 99,9 persen di antaranya terafiliasi erat dengan Nahdlatul Ulama (NU), baik secara kultural maupun struktural. Modal sosial inilah yang dinilai membuat denyut gotong royong (guyub) di desa tersebut masih sangat kental.

Pesta rakyat ini dipastikan bakal memanjakan mata wisatawan dalam waktu lama. Pemkab Malang mengonfirmasi bahwa rangkaian agenda seni, budaya, dan pasar rakyat di Desa Ngabab akan digelindingkan selama sepekan penuh, mulai 1 Juni hingga ditutup pada 8 Juni depan. Berbagai atraksi otentik disiapkan untuk menggaet kunjungan pelancong domestik maupun mancanegara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....