Jembatan Kaca Bromo Siap Dibuka untuk Wisatawan saat Libur Sekolah

  • 13 Jun 2026 19:43 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Jembatan Kaca Bromo dipastikan siap menyambut wisatawan pada musim libur sekolah akhir Juni 2026. Kepastian tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian sewa aset Barang Milik Negara (BMN) antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) dan CV Sinergi Permata Semesta, anggota The Lawu Group, sebagai pengelola.

Penandatanganan perjanjian dilakukan di Aula Kantor BB TNBTS, Kamis (11/6/2026). Kerja sama tersebut menjadi dasar pengoperasian salah satu destinasi wisata baru yang digadang-gadang akan menambah daya tarik kawasan Bromo.

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa masa sewa aset berlaku selama lima tahun, mulai 11 Juni 2026 hingga 10 Juni 2031.

“Seluruh aset yang disewakan akan dimanfaatkan untuk aktivitas wisata alam sebagai komitmen Balai Besar TNBTS dalam meningkatkan layanan kepada pengunjung,” ujarnya.

Aset yang disewakan meliputi area tanah jembatan kaca seluas 2.429 meter persegi, bangunan shuttle area dan sarana pendukung seluas 791 meter persegi, serta jembatan pejalan kaki berstruktur lantai kaca seluas 360 meter persegi.

Menurut Rudijanta, pemanfaatan aset tersebut merupakan tindak lanjut dari serah terima pengelolaan Jembatan Kaca Bromo dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan pada Oktober 2025.

“Infrastruktur ini dibangun untuk mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional sekaligus memperkuat daya tarik wisata alam di kawasan konservasi,” katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan Jembatan Kaca Bromo juga menjadi bentuk sinergi antara BB TNBTS dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mengembangkan destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta, Achmad Ridho, mengatakan pihaknya akan segera melakukan inspeksi dan perawatan menjelang operasional.

“Dalam waktu dekat sebelum musim libur sekolah akhir bulan ini, kami berkomitmen untuk segera mengoperasionalkan Jembatan Kaca Bromo,” ujarnya.

Ridho menegaskan, seluruh operasional akan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS) guna menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung.

Ia mengaku optimistis karena pihaknya telah memiliki pengalaman mengelola wahana serupa di Kemuning Sky Hills, Jawa Tengah.

Selain fokus pada pelayanan wisata, pengelola juga berkomitmen menjaga kelestarian kawasan konservasi dan memberdayakan masyarakat sekitar, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Bromo.

“Kami akan tetap menjaga kelestarian alam serta memprioritaskan SDM dan UMKM lokal demi kemajuan pariwisata dan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....