Rasulullah Sebut Orang yang Dipahamkan Agama Mendapat Kebaikan dari Allah

  • 07 Mei 2026 06:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pemahaman agama menjadi salah satu tanda seseorang mendapatkan kebaikan dari Allah SWT. Hal itu disampaikan Ustadz Dr. H. Amsiyono Q.A., SH, S.Ag., M.Sy dalam program Tausyiah Mutiara Pagi PRO 1 RRI Malang dengan tema “Keutamaan Orang yang Dipahamkan Agama”.

Dalam tausyiah tersebut, Ustadz Amsiyono mengutip hadis shahih Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan RA. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurutnya, hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan ilmu agama dalam kehidupan seorang muslim. Rasulullah SAW, lanjutnya, hanya menyampaikan dan membimbing umat, sedangkan yang memberikan pemahaman sejati adalah Allah SWT.

“Rasulullah bersabda bahwa beliau hanyalah pembagi, sedangkan Allah yang memberi. Memberi pemahaman, memberi ilmu, memberi petunjuk kepada hamba-Nya,” jelasnya, Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan, seseorang yang memiliki semangat belajar agama, haus ilmu, serta terus berusaha memahami ajaran Islam merupakan pertanda baik dari Allah SWT. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki keinginan mendalami agama dikhawatirkan terhalang dari kebaikan.

“Kalau seseorang tidak mau belajar agama, tidak ada usaha memahami Islam, maka itu perlu menjadi bahan introspeksi diri. Karena tanda kebaikan dari Allah adalah dipahamkan agama,” ujarnya.

Ustadz Amsiyono juga menyampaikan bahwa Imam Nawawi menempatkan hadis tersebut pada pembahasan awal tentang keutamaan ilmu. Hal itu menunjukkan bahwa menuntut ilmu agama merupakan ciri utama orang yang mendapatkan petunjuk dan taufik dari Allah SWT.

Selain hadis, ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Surat Al-An’am ayat 125:

“Barangsiapa yang Allah kehendaki akan mendapat hidayah, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, niscaya Dia menjadikan dadanya sempit lagi sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit.”

Ayat tersebut menggambarkan bahwa orang yang diberi petunjuk akan merasa lapang dalam menjalankan agama, sedangkan mereka yang jauh dari pemahaman agama akan merasa berat dan sempit menjalankan syariat.

Di akhir tausyiah, Ustadz Amsiyono mengingatkan umat Islam agar tidak sekadar menjalankan ibadah sebagai rutinitas atau menggugurkan kewajiban semata. Menurutnya, ibadah harus dijalani dengan pemahaman agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Jangan hanya ikut-ikutan sholat atau ibadah tanpa tahu maknanya. Orang yang dipahamkan agama akan mengerti tujuan ibadah, memahami pentingnya mendekat kepada Allah, sehingga kualitas hidup dan keimanannya juga semakin baik,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....