Budaya Qaulan Sadidan, Menjaga Lisan di Era Hoaks

  • 18 Feb 2026 17:39 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, tidak sedikit orang tergelincir pada kebiasaan membagikan kabar tanpa memastikan kebenarannya. Ucapan yang dilontarkan sekilas, candaan yang berlebihan, hingga komentar bernada sinis kerap dianggap sepele, padahal bisa melukai dan berdampak panjang. Di sinilah pentingnya membangun budaya Qaulan Sadidan — perkataan yang benar dan membangun.

Hal tersebut disampaikan Ustazah Ir. Yayuk Sulistiningsih dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Malang dalam program Mutiara Pagi di RRI Malang dengan tema “Membangun Budaya Qaulan Sadidan”, Minggu (14/2/2026) pagi. Ia menjelaskan bahwa Qaulan Sadidan secara harfiah berarti perkataan yang benar, jujur, tepat sasaran, konsisten, dan membawa kebaikan. “Ini bukan hanya soal tidak berbohong, tetapi juga bagaimana ucapan kita memberi solusi dan tidak menimbulkan kerusakan,” ujarnya.

Menjelang Ramadan, Ustazah Yayuk menekankan bahwa menjaga lisan adalah bagian dari latihan pengendalian diri selama puasa. Ia mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. “Kalau seseorang masih gemar berdusta, menyebar hoaks, atau berkata kasar, maka nilai puasanya dipertanyakan. Puasa itu mendidik kita untuk menahan lisan,” tegasnya.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam. Menurutnya, kemampuan menjaga lisan menjadi tolok ukur kualitas iman. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 70–71, Allah menjanjikan perbaikan amal, ampunan dosa, dan kemenangan besar bagi orang-orang yang berkata benar.

Ustazah Yayuk juga mengingatkan agar setiap orang memiliki tekad kuat untuk tidak mencari sensasi melalui kebohongan. “Kita harus sadar, setiap kata dicatat. Ada pencatat amal yang tidak pernah lalai,” ungkapnya.

Melalui budaya Qaulan Sadidan, masyarakat diharapkan mampu membangun komunikasi yang sehat, baik di ruang publik maupun dalam keluarga, sehingga tercipta lingkungan yang lebih damai dan penuh keberkahan.

Rekomendasi Berita