Dominasi Pertandingan tanpa Hasil, Arema Tumbang 0-4 dari Persebaya di Derby Jatim
- 28 Apr 2026 18:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Mimpi buruk menghantui Arema FC. Meski tampil dominan sepanjang laga, Singo Edan harus menelan kekalahan telak 0-4 dari rival abadi mereka, Persebaya Surabaya, dalam Derby Jawa Timur pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (28/4/2026).
Babak pertama sejatinya berjalan menjanjikan bagi kubu Arema. Singo Edan tampil percaya diri, menguasai jalannya permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Lini serang asuhan Marcos Santos terlihat aktif menekan pertahanan Bajul Ijo. Namun tembok kokoh lini belakang Persebaya tidak mampu ditembus, dan babak pertama pun berakhir tanpa gol.
Babak kedua menjadi titik balik yang menyakitkan. Baru empat menit berjalan, kelengahan sesaat di lini belakang Arema langsung dimanfaatkan Francisco Rivera untuk membuka keunggulan Persebaya pada menit ke-49.
Arema berusaha segera membalas. Joel Vinicius nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulannya, namun bola hanya membentur mistar gawang , sebuah momen yang menjadi simbol betapa malangnya nasib Singo Edan dalam pertandingan ini.
Pukulan berikutnya datang dari titik putih. Hansamu Yama dinilai VAR melakukan pelanggaran di kotak penalti, dan wasit menunjuk titik 12 pas. Jefferson Silva tampil tenang sebagai eksekutor dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Skor berubah menjadi 0-2 pada menit ke-76, semakin menjepit posisi Arema.
Harapan untuk bangkit semakin tipis ketika Francisco Rivera kembali membobol gawang Arema untuk kedua kalinya pada menit ke-82. Dalam kondisi tertinggal tiga gol, Singo Edan sudah kehabisan energi dan ide. Mikel Alfredo Tata menuntaskan penderitaan Arema dengan gol keempat pada menit ke-87, mengubah papan skor menjadi 0-4.
Yang memilukan, Arema sebenarnya tampil lebih dominan. Penguasaan bola Singo Edan melebihi 50 persen. Namun dominasi itu sama sekali tidak tercermin di papan skor, sebuah ironi pahit yang sulit diterima oleh para pendukung setia Arema.
"Arema bermain tanpa semangat di babak kedua. Kemasukan gol pertama harusnya semakin menyerang. Pelatih juga harusnya cepat mengubah taktik. Kami sangat kecewa dengan permainan seperti ini," ujar Ramadhan, Aremania yang nobar di sebuah kafe di Kepanjen.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri tren positif Arema yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam empat laga beruntun. Singo Edan kini tertahan di posisi kesepuluh klasemen dengan 39 poin, sementara Persebaya melompat ke peringkat keempat dengan 48 poin.
Bagi Arema, Derby Jatim hari ini kembali meninggalkan luka. Kemenangan atas Persebaya terakhir kali dirasakan Singo Edan pada Agustus 2019, dan penantian panjang itu tampaknya harus terus berlanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....