Kebakaran Lahan Cepat Meluas, Damkarmat Minta Warga Lapor dan Buka Akses ke Lokasi
- 19 Sep 2026 16:15 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat ketika kondisi lingkungan kering, terlebih saat angin bertiup kencang. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu meminta masyarakat segera melaporkan bila ada titik api kebakaran dan memberikan akses bagi petugas untuk mempercepat penanganan.
Karena kecepatan penanganan sangat menentukan agar api tidak meluas dan mengancam permukiman.
"Kalau sudah terdeteksi, tetap kita sarankan telepon ke pemadam kebakaran setempat, di 0811 3114 9113. Dan wajib untuk hafal nomornya karena ini sangat dibutuhkan. Waktu tanggap atau responsive, standarnya 15 menit, " kata Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, Santoso Wardoyo.
Menurut Santoso, kebakaran lahan memiliki tantangan berbeda dibandingkan kebakaran di kawasan permukiman. Selain kondisi lahan yang luas, akses menuju titik api dan ketersediaan sumber air sering menjadi kendala petugas. Material seperti daun dan semak kering dapat membuat api merambat dengan cepat. Dalam kondisi angin kencang, jarak rambatan api dapat bertambah dalam waktu singkat.
Karena itu, masyarakat di sekitar lokasi kebakaran dapat membantu petugas dengan memberikan informasi posisi titik api secara akurat, menunjukkan akses menuju lokasi, serta menginformasikan keberadaan sumber air terdekat.
Di sisi lain, masyarakat dilarang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran. Kendaraan yang diparkir sembarangan maupun kerumunan warga dapat menghambat mobil pemadam menuju titik api.
"Kalau bisa dihindari, sehingga pada saat Damkar datang areanya sudah clear sehingga kita mudah untuk menangani," kata Santoso.
Menanggapi pertanyaan pendengar dalam program Halo RRI, Jumat, 18 September 2026, Santoso meminta masyarakat tidak mengambil risiko dengan melakukan pemadaman sendiri ketika api sudah membesar. Menurutnya, petugas Damkar memiliki peralatan dan perlengkapan keselamatan untuk menangani kondisi tersebut.
"Kalau pada saat kebakaran kami sudah datang, silakan dipercayakan kepada kita. Insyaallah kita bisa mengelola dengan baik," ujarnya.
Selain mengantisipasi penyebaran api, masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan munculnya kembali api setelah proses pemadaman selesai.
Santoso menjelaskan, pada kebakaran lahan masih mungkin terdapat bara yang tidak terlihat. Bara tersebut dapat kembali menyala ketika tertiup angin dan berada dalam kondisi lingkungan yang kering.
"Biasanya areanya kan luas dan di situ kadang masih ada bara yang nggak kelihatan. Dalam jangka waktu beberapa jam dia tertiup angin, kemudian didukung dengan kondisi yang kering, itu bisa nyala lagi," jelasnya.
Karena itu, warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran diharapkan tetap melakukan pemantauan setelah petugas meninggalkan lokasi. Jika muncul asap atau api kembali terlihat, masyarakat diminta segera menghubungi Damkar.
Untuk mengantisipasi kebakaran di rumah, Damkarmat Kota Batu juga menyarankan masyarakat menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau fire blanket. Peralatan tersebut dapat digunakan untuk penanganan awal ketika api masih kecil.
Sementara pada kebakaran lahan berskala kecil, tanah dapat digunakan sebagai salah satu media pemadaman dengan cara menimbun api dari bagian tepi secara bertahap.
Namun, apabila api sudah membesar, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Warga diminta segera melapor dan memberikan ruang bagi petugas agar proses pemadaman berlangsung lebih cepat dan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....