Damkarmat Kota Batu Ingatkan Warga Bahaya Bakar Sampah saat Kemarau

  • 19 Sep 2026 16:00 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering dan angin yang cukup kencang dinilai meningkatkan risiko api merambat dan berkembang menjadi kebakaran.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu, Santoso Wardoyo, mengatakan aktivitas pembakaran sampah sebaiknya dihindari, terutama ketika kondisi lingkungan kering.

"Pada saat musim seperti ini, musim kemarau dan ini cukup lumayan panjang dan ini kering, kering itu dalam artian kelembabannya rendah, itu sangat-sangat memungkinkan terjadinya kebakaran," ujarnya dalam program Halo RRI, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Santoso, sampah organik seperti daun kering sebaiknya tidak dibakar. Masyarakat dapat mengolahnya menjadi kompos dengan cara menimbun sampah organik di dalam lubang dan menutupnya kembali dengan tanah.

Cara tersebut dinilai tidak hanya mengurangi risiko kebakaran, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesuburan tanah.

"Kalau saya sarankan misalkan ada sampah terutama daun-daun kering, itu termasuk sampah organik. Kita sarankan untuk tidak dibakar, tapi bisa dimanfaatkan untuk kesuburan tanah," katanya.

Santoso menjelaskan, kebakaran lahan menjadi salah satu kejadian yang rutin ditangani petugas Damkar di wilayah Kota Batu. Objek yang terbakar antara lain rumpun bambu, lahan kosong yang dipenuhi semak, hingga area peternakan.

Selain pembakaran sampah, masyarakat juga diminta mewaspadai sumber api kecil seperti puntung rokok. Dalam kondisi vegetasi kering, bara yang tersisa dapat tertiup angin dan memicu kebakaran.

"Walaupun cuma setitik bara, dia tertiup angin, itu bisa menyebabkan kebakaran. Karena bahan bakarnya banyak daun-daun kering itu sangat mudah sekali terbakar," ujarnya.

Santoso menambahkan, jika masyarakat dalam kondisi tertentu terpaksa melakukan pembakaran, api harus benar-benar diawasi dan tidak ditinggalkan. Arah serta kecepatan angin juga harus menjadi pertimbangan.

Namun, pada kondisi kemarau dan angin yang relatif kencang, Damkar Kota Batu tetap tidak merekomendasikan pembakaran sampah.

"Jangan sampai kita membakar sampah kalau anginnya agak kencang. Rata-rata setiap hari ini anginnya cukup kencang, makanya kita tidak sarankan untuk membakar sampah," katanya.

Masyarakat juga diminta memastikan bukan hanya api yang padam, tetapi bara yang tersisa benar-benar tidak lagi menyala. Hal ini penting untuk mencegah api kembali muncul dan merambat ke lahan kering di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....