Karhutla Gunung Butak Blitar, Area Terdampak Capai 478 Hektare

  • 17 Sep 2026 09:50 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Kabupaten Blitar, masih menjadi perhatian tim gabungan. Petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari bara yang tersisa.

Pemantauan dilakukan tim gabungan BPBD Kabupaten Blitar bersama TNI, Polri, serta relawan melalui jalur pendakian via Sirah Kencong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Rabu (16/9/2026).

Kepala BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Perhutani, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 478,18 hektare. Luasan tersebut berada dalam radius petak 13B.

"Tim terus melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi," ujar Wahyudi, Kamis (17/9/2026).

Menurut Wahyudi, pemantauan dilakukan hingga Pos 3 jalur pendakian Gunung Butak melalui Sirah Kencong. Sementara itu, posko pemantauan didirikan di kawasan Wukir Negoro dan pos tanggap bencana berada di area Perkebunan Teh Sirah Kencong.

Penanganan di lapangan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi medan. Upaya pemadaman belum dapat dilakukan secara maksimal karena kawasan yang terbakar memiliki karakteristik geografis yang sulit dan berisiko bagi petugas.

Dari hasil pemantauan, bekas sebaran api diketahui telah menjalar hingga sekitar Pos 2. Namun, api utama saat ini terpantau sudah padam. Petugas masih menemukan sejumlah titik yang menyisakan bara sehingga pemantauan dilakukan secara berkala.

"Secara berkala kami terus melakukan pemantauan," ucapnya.

Karhutla Gunung Butak melalui jalur Sirah Kencong pertama kali diketahui pada Minggu (13/9/2026).

Pada hari kejadian, sekitar pukul 09.30 WIB, tim BPBD Kabupaten Blitar bersama Tim BC Sirken dan BC Puncak Langit memantau pergerakan api dari kawasan sabana. Api terlihat bergerak ke arah puncak Gunung Butak.

Pergerakan api kemudian mengarah ke barat laut menuju kawasan Kawinajang dan turun ke arah jalur pendakian Sirah Kencong di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi.

Sekitar pukul 10.00 WIB, tim yang berada di Pos 5 jalur pendakian Sirah Kencong juga melihat pergerakan api dengan jarak sekitar 300 meter dari pos tersebut.

Ratusan personel gabungan kemudian diterjunkan untuk melakukan penanganan dan pemantauan. Hingga kini, petugas masih bersiaga untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dan mencegah bara api kembali memicu kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....