Doa Jurnalis Blitar untuk Rekan yang Hilang di Selat Sunda

  • 12 Sep 2026 22:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Kepergian ke lapangan untuk menjalankan tugas jurnalistik selalu menyimpan risiko. Pesan tentang pentingnya keselamatan kembali mengemuka setelah lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Sebagai bentuk solidaritas, sejumlah jurnalis dan perwakilan lembaga pers mahasiswa di Blitar Raya menggelar doa bersama untuk kelima jurnalis tersebut.

Doa bersama berlangsung di halaman Istana Gebang, Kota Blitar, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Para jurnalis duduk melingkar dan khusyuk memanjatkan doa. Perwakilan Polres Blitar Kota yang mengamankan kegiatan juga turut bergabung dalam doa bersama tersebut.

Koordinator aksi, Yoyok Agusta mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi lima jurnalis yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya, sekaligus untuk menguatkan keluarga yang tengah menunggu kabar.

Menurutnya, solidaritas juga ditujukan kepada seluruh tim SAR yang masih melakukan upaya pencarian.

"Aksi ini juga bentuk dukungan kami kepada tim SAR yang sampai sekarang masih berusaha mencari para korban. Semoga para korban segera ditemukan," kata Yoyok.

Lebih dari sekadar doa, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi insan pers untuk selalu memperhitungkan aspek keselamatan ketika menjalankan tugas jurnalistik, terlebih saat meliput peristiwa berisiko tinggi.

Yoyok menegaskan, keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian utama dalam setiap peliputan.

"Peristiwa ini bisa terjadi kepada semua jurnalis dalam melaksanakan tugasnya. Para jurnalis harus tetap mengedepankan keselamatan dalam menjalankan tugas di lapangan. Tidak ada berita seharga nyawa," ujarnya.

Diketahui, lima jurnalis bersama dua kru kapal dan seorang pemandu dilaporkan hilang kontak saat melakukan liputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Senin (7/9/2026).

Selain lima jurnalis tersebut, terdapat tiga orang dari kapal yang juga dilaporkan hilang kontak, yakni Warta selaku kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto yang merupakan pemandu.

Hingga kini, upaya pencarian masih dilakukan. Para jurnalis di Blitar Raya berharap seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....