Warga Antre GPM di Kota Probolinggo, Beras SPHP dan Minyakita Jadi Buruan

  • 10 Sep 2026 20:50 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo - Sejumlah warga rela mengantre untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pangan dengan harga terjangkau melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

GPM tersebut digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo sebagai upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Kios Kopi Siaga di Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, Kamis (10/9/2026).

Sejumlah komoditas kebutuhan pokok tersedia dalam kegiatan tersebut, di antaranya beras SPHP kemasan lima kilogram seharga Rp57 ribu per sak, Minyakita Rp15.500 per liter, telur ayam Rp24 ribu per kilogram, gula Rp17 ribu per kilogram, bawang merah Rp15 ribu, dan bawang putih Rp12 ribu.

Masyarakat juga dapat membeli berbagai komoditas pertanian dan perikanan, seperti terong Rp3 ribu per kemasan, cabai rawit Rp6 ribu per kemasan, telur puyuh 250 gram Rp8 ribu, serta aneka bumbu siap saji.

Tidak hanya bahan pangan, GPM juga menghadirkan berbagai produk olahan masyarakat, seperti lemper, empek-empek, sempol, mi goreng, sinom, dan susu kedelai.

Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan mengatakan GPM merupakan kegiatan yang diinisiasi DKPPP dan dilaksanakan secara rutin setiap pekan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Ini gerakan yang diinisiasi dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan dan dilakukan rutin setiap minggu untuk menjaga kestabilan harga, kemudian juga untuk ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujarnya.

Budiono menyebut antusiasme masyarakat tetap tinggi meskipun perbedaan harga sejumlah komoditas dengan harga pasar tidak terlalu besar.

“Antusias sekali warga. Meskipun pelaksanaannya sederhana seperti ini, ternyata antusias warga menyambut. Meskipun selisihnya Rp500, mereka berduyun-duyun,” tutur Budiono.

Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan komoditas yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Yang dijual pada GPM kali ini di antaranya seperti biasanya minyak goreng, beras SPHP, kemudian beberapa seperti gula dan telur. Jadi ini bahan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain bahan pokok, DKPPP juga menghadirkan berbagai produk hasil pertanian dan perikanan lokal. Dengan demikian, GPM sekaligus menjadi ruang pemasaran bagi pelaku usaha pangan di Kota Probolinggo.

Salah seorang warga Wiroborang, Ike Herawati, mengaku telah beberapa kali memanfaatkan GPM. Ia datang ke Kios Kopi Siaga untuk membeli kebutuhan rumah tangga.

“Saya beli beras dua sak sama Minyakita dua liter. Mau beli gula, tetapi sudah habis,” ungkapnya.

Ike menilai harga yang ditawarkan melalui GPM lebih murah dibandingkan harga di pasar. Ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara rutin karena dinilai membantu masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

“Alhamdulillah membantu sekali. Harganya di bawah pasar, lumayan. Menurut saya kegiatan ini harus ada, karena untuk masyarakat kelas bawah sangat membantu,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....