Solidaritas tanpa Batas, Warga Malang Ramai Donorkan Darah

  • 02 Sep 2026 10:52 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Solidaritas masyarakat Kota Malang dalam mendonorkan darah dinilai masih sangat tinggi. Hal ini menjadi salah satu kekuatan utama Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Malang dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan, termasuk memenuhi kebutuhan di sejumlah daerah lain.

Kepala UDD PMI Kota Malang, dr. Luluk R. Wulan, mengatakan antusiasme masyarakat untuk mendonorkan darah di Kota Malang tergolong luar biasa. Menurutnya, keberadaan berbagai kelompok dan komunitas donor darah turut berperan penting dalam menjaga keberlangsungan stok darah.

“Kalau kita bicara tentang solidaritas masyarakat Kota Malang untuk mendonorkan darah itu sangat luar biasa,” ujar dr. Luluk dalam dialog Program Prioritas Nasional Kita Indonesia di Pro 1 RRI Malang, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan, PMI Kota Malang saat ini terbantu oleh sekitar 150 kelompok donor darah yang aktif. Kelompok-kelompok tersebut memiliki anggota yang secara rutin mendonorkan darah, umumnya setiap dua bulan sekali. Selain itu, PMI juga bekerja sama dengan berbagai komunitas donor darah dan Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) dalam menggerakkan masyarakat.

Menariknya, sekitar 60 hingga 70 persen pendonor di Kota Malang memilih datang langsung ke gedung UDD PMI. Sementara sekitar 30 hingga 40 persen lainnya dihimpun melalui layanan donor darah menggunakan mobile unit. Kondisi ini menunjukkan bahwa budaya donor darah telah cukup kuat di tengah masyarakat.

Menurut dr. Luluk, kesadaran tersebut bahkan tetap terjaga ketika pandemi COVID-19 berlangsung. PMI dan komunitas donor darah tetap berupaya menghimpun pendonor, termasuk dengan mendatangi masjid-masjid setelah pelaksanaan salat tarawih. “Banyak masyarakat itu yang awalnya coba-coba dan kemudian menjadi semacam lifestyle,” katanya.

Dalam sebulan, jumlah donor darah di UDD PMI Kota Malang rata-rata mencapai sekitar 5.000 pendonor. Dari satu kantong darah, setidaknya dapat diolah menjadi dua produk darah, yakni sel darah merah pekat dan trombosit, bahkan dapat menjadi tiga produk jika termasuk plasma. Karena itu, donor darah memiliki peran besar dalam membantu lebih dari satu pasien.

Kebutuhan darah sendiri tidak selalu berada pada tingkat yang sama. Saat bulan Ramadan, jumlah donor cenderung menurun sehingga permintaan dari UDD PMI daerah lain kepada Kota Malang justru meningkat. Sementara pada Agustus dan September, PMI harus mengelola stok secara lebih ketat karena kegiatan donor biasanya meningkat seiring momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI dan berbagai kegiatan peringatan hari jadi.

UDD PMI Kota Malang bahkan tidak hanya memasok kebutuhan rumah sakit di wilayah Malang Raya. Dalam beberapa bulan terakhir, PMI Kota Malang mengirim lebih dari 10.000 kantong darah ke sejumlah UDD di daerah lain yang mengalami kekurangan stok. Pengiriman di antaranya dilakukan ke Sleman, Sampang dan Banyuwangi.

Dr. Luluk menegaskan, kebutuhan darah tidak dapat dipenuhi melalui produksi pabrik karena darah hanya bisa diperoleh dari manusia melalui donor. Karena itu, keberlangsungan stok darah sangat bergantung pada solidaritas masyarakat.

“Darah itu yang kita siapkan untuk pasien yang membutuhkan itu kan tidak ada pabriknya,” tegasnya.

Dalam rangka memperingati HUT ke-81 PMI, masyarakat juga diajak terus mempertahankan budaya donor darah. Salah satunya melalui kegiatan donor darah yang digelar di Auditorium LPP RRI Malang pada Rabu, 2 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat “Solidaritas Tanpa Batas, Darahmu Kehidupan Mereka”, sekaligus mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bentuk kepedulian sederhana yang dapat membantu menyelamatkan kehidupan sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....