Warga Griya Shanta Minta Proses Hukum Dihormati
- 01 Sep 2026 14:15 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Warga RW 12 Perumahan Griya Shanta meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang tengah berjalan terkait polemik jalan tembus di kawasan tersebut.
Ketua RW 12 Griya Shanta, Jusuf Thajib, menyampaikan hal itu usai melakukan audiensi dengan DPRD Kota Malang. Dalam audiensi tersebut, warga memaparkan kronologi persoalan jalan tembus, mulai dari permohonan PT Farsawan kepada PUPR hingga sejumlah peristiwa pembongkaran yang terjadi di kawasan tersebut.
Jusuf mengatakan, warga juga menyampaikan adanya pembongkaran pertama pada 18 Desember yang dilakukan secara paksa oleh orang yang tidak dikenal. Setelah itu, pembongkaran kembali terjadi dan disebut dilakukan oleh beberapa orang atas inisiatif sejumlah pengurus RW yang menurutnya ilegal.
"Kami ingin semuanya menghormati hukum dan tidak ada pembiaran atas peristiwa seperti yang sudah dilakukan. Pembiaran atas pembongkaran, atas uji coba jalan tembus, dan seterusnya," ujar Jusuf, Selasa 1 September 2026.
Menurut Jusuf, warga telah menempuh sejumlah jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Di antaranya gugatan class action, gugatan terkait Amdal, serta gugatan PTUN. Ia menyebut seluruh proses hukum tersebut masih berjalan, termasuk pada tahapan kasasi, banding, maupun persidangan.

Karena itu, warga meminta tidak ada tindakan di lapangan yang dilakukan sebelum proses hukum tersebut memperoleh penyelesaian.
Dalam audiensi tersebut, DPRD juga meminta digelar pertemuan yang melibatkan seluruh stakeholder terkait. Pihak yang akan dilibatkan antara lain perangkat daerah Pemkot Malang, entitas yang berada di kawasan Griya Shanta termasuk pihak sekolah, developer, hingga Universitas Brawijaya.
Jusuf mengatakan, pihak developer yang berada di lahan sebelah barat kawasan tersebut juga tidak hanya PT Farsawan, tetapi terdapat perusahaan lainnya. Karena itu, menurutnya, seluruh pihak yang berkaitan perlu dilibatkan dalam pembahasan.
"Kami berkehendak juga agar diadakannya hearing tersebut dalam waktu yang tidak begitu lama. Untuk mencari solusi bersama yang tidak merugikan semua pihak," katanya.
Warga berharap hearing tersebut dapat menjadi ruang untuk mempertemukan seluruh kepentingan dan mencari penyelesaian bersama terhadap polemik jalan tembus di kawasan Griya Shanta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....