Gus Haris Minta Audit Total Pelayanan RSUD Waluyo Jati usai Pasien Meninggal

  • 15 Sep 2026 00:55 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo - Bupati Probolinggo Mohammad Haris meminta RSUD Waluyo Jati Kraksaan melakukan audit internal secara menyeluruh menyusul sorotan masyarakat terkait penanganan pasien Pauzi (52), warga Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Permintaan audit disampaikan Gus Haris saat melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Senin (14/9/2026). Ia meninjau langsung pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekaligus mengecek kesiapan tenaga medis dan fasilitas pelayanan.

Menurut Gus Haris, audit diperlukan untuk memastikan apakah keluhan keluarga pasien berkaitan dengan kelemahan pelayanan, persoalan tenaga medis, atau penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang belum berjalan optimal.

"Apapun yang viral dan dikeluhkan masyarakat harus kita kaji secara mendalam. Kita harus pastikan apakah ini murni kelemahan pelayanan, masalah personal tenaga medis, atau SOP yang tidak berjalan dengan benar," ujar Gus Haris.

Ia juga meminta pihak rumah sakit mencocokkan kronologi yang disampaikan keluarga dengan catatan dan prosedur medis yang dilakukan terhadap pasien.

Gus Haris mengatakan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan keluarga Pauzi untuk mendapatkan informasi mengenai proses penanganan sejak pasien masuk hingga meninggal dunia.

"Saya sudah telepon langsung pihak keluarga untuk mendengar kronologinya, dan hari ini kita cocokkan dengan penjelasan dari pihak RSUD. Oleh sebab itu, saya minta audit total, dan hasilnya harus menjadi bahan evaluasi besar-besaran," tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan Yessy Rahmawati mengatakan audit internal telah dilakukan dan ditargetkan selesai dalam waktu tiga hari.

Ia mengakui terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi, khususnya terkait komunikasi antara petugas medis dengan pasien maupun keluarga.

"Kami menerima masukan tersebut dan saat ini proses audit internal tengah berjalan dengan target penyelesaian dalam tiga hari ke depan," ungkap Yessy.

Mengenai tudingan lambatnya penanganan, Yessy menyebut pasien telah mendapatkan tindakan medis sejak pertama kali tiba di rumah sakit. Penanganan awal di antaranya penjahitan luka sementara dan pemasangan pen pada bagian tubuh yang mengalami patah tulang.

Untuk kebutuhan rujukan, pihak rumah sakit mengaku telah menghubungi enam rumah sakit rujukan karena pasien membutuhkan penanganan dokter spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler (BTKV). Namun, menurut Yessy, seluruh rumah sakit yang dihubungi dalam kondisi penuh.

Pauzi masuk RSUD Waluyo Jati pada Selasa (8/9/2026) malam setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien sempat menjalani pemeriksaan CT scan yang menunjukkan gegar otak ringan tanpa pendarahan otak.

Pasien kemudian menjalani operasi pada Kamis (10/9/2026) malam setelah sebelumnya menunggu lebih dari 30 jam, menurut pihak keluarga. Pascaoperasi, Pauzi dipindahkan ke ICU pada Jumat (11/9/2026), sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (12/9/2026) malam.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Audit internal tersebut diharapkan dapat mengungkap secara objektif proses pelayanan yang diterima pasien sekaligus menjadi dasar pembenahan pelayanan RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....