Immigration Goes to School, Pelajar Blitar Diajak Waspadai Modus TPPO
- 27 Agt 2026 07:27 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Tawaran pekerjaan ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar tidak selalu berujung pada masa depan yang lebih baik. Di balik tawaran tersebut, terdapat risiko perdagangan orang hingga eksploitasi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Pesan tersebut disampaikan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar saat menggelar program Immigration Goes to School di SMAN 4 Kota Blitar, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang menggandeng Kejaksaan Negeri Blitar itu menyasar pelajar untuk meningkatkan kesadaran hukum sekaligus membekali mereka agar tidak mudah terjebak modus perekrutan ilegal.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar Aditya Nursanto, mengatakan pemahaman mengenai migrasi aman perlu diberikan sejak usia sekolah. Terlebih, perkembangan informasi membuat berbagai tawaran bekerja di luar negeri semakin mudah ditemukan.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar bahwa keimigrasian bukan hanya tentang paspor, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang benar, aman, dan terlindungi ketika akan melakukan perjalanan ke luar negeri," ujar Aditya, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu lebih kritis ketika menerima tawaran bekerja maupun bepergian ke luar negeri. Tawaran yang menjanjikan penghasilan besar tanpa prosedur jelas patut diwaspadai karena dapat menjadi pintu masuk eksploitasi maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai fungsi keimigrasian, prosedur perjalanan ke luar negeri, serta pentingnya memahami ketentuan hukum. Materi dari Kejaksaan Negeri Blitar turut memperkuat pemahaman siswa mengenai kesadaran hukum dan ancaman kejahatan lintas negara.
Aditya berharap para pelajar tidak hanya memahami informasi tersebut untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga dapat menyebarkannya kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
"Kami berharap para siswa bisa menjadi generasi yang lebih sadar hukum, tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ilegal, serta mampu mengenali berbagai modus yang mengarah pada eksploitasi maupun tindak pidana perdagangan orang," tambahnya.
Selain memberikan edukasi, Imigrasi Blitar juga memperkenalkan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) kepada para siswa. Perguruan tinggi kedinasan tersebut menjadi salah satu pilihan bagi pelajar yang tertarik melanjutkan pendidikan dan berkarier di bidang keimigrasian maupun pemasyarakatan.
Kegiatan ditutup dengan pemberian bantuan perlengkapan sekolah berupa tas kepada siswa-siswi SMAN 4 Kota Blitar.
Aditya berharap program Immigration Goes to School dapat terus digelar di sekolah-sekolah lain. Dengan begitu, semakin banyak pelajar yang memiliki pemahaman mengenai perjalanan luar negeri yang aman, aturan keimigrasian, serta mampu mengenali ancaman TPPO dan eksploitasi PMI sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....