Perundungan Pelajar Kembali Terjadi, Video Kekerasan Viral

  • 22 Agt 2026 17:53 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Aksi perundungan di kalangan pelajar kembali terjadi di Kabupaten Blitar Jawa Timur. Kali ini, sebuah video yang merekam aksi kekerasan antar pelajar di dalam ruang kelas viral di media sosial.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, pada Kamis (20/8/2026).

Dalam video yang beredar, seorang siswa terlihat menarik kerah siswa lainnya. Pelaku kemudian mengacungkan kepalan tangan sebelum menendang korban hingga terjatuh.

Korban juga terlihat beberapa kali mendapat pukulan dan tendangan. Aksi tersebut direkam oleh sejumlah siswa yang berada di lokasi.

Kapolsek Wlingi Polres Blitar AKP Kushartono membenarkan adanya laporan terkait dugaan perundungan tersebut.

"Kejadian itu terjadi di dalam ruang kelas korban pada Kamis (20/8/2026). Pelaku datang ke kelas korban dan beberapa kali memukul serta menendang korban," kata AKP Kushartono, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, pelaku merupakan siswa pindahan dan diketahui sebagai adik kelas korban.

Dari hasil penanganan awal, aksi tersebut diduga dipicu persoalan komentar korban pada siaran langsung TikTok milik pacar pelaku.

Korban diketahui menuliskan komentar saat akun tersebut sedang melakukan live. Komentar itu berbunyi, "iku wis duwe pacar durung" atau "itu sudah punya pacar belum".

Komentar tersebut kemudian diketahui pelaku. Persoalan berlanjut setelah pelaku menghubungi korban melalui pesan WhatsApp.

"Komentar itu kemudian disampaikan ke pelaku, dan pelaku mengirim pesan WA kepada korban," ujarnya.

Kemudian, saat di sekolah pelaku mendatangi kelas korban hingga terjadi aksi kekerasan yang kemudian direkam oleh beberapa siswa.

AKP Kushartono mengatakan, korban hingga kini masih mengeluhkan nyeri pada bagian pinggang. Korban juga mengalami mimisan setelah kejadian.

Pihak sekolah telah melakukan mediasi dengan mempertemukan keluarga korban dan keluarga pelaku. Proses mediasi tersebut turut didampingi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blitar.

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Margono Suhendra mengatakan, kepolisian masih memprioritaskan kondisi dan pendampingan terhadap korban.

"Kami fokus ke pendampingan korban terlebih dulu. Kemarin ada pertemuan keluarga yang berharap kasus diselesaikan secara kekeluargaan," katanya.

Kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Polisi juga terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga terkait perkembangan perkara tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....