Perundungan di MTs Wlingi, Korban Mimisan dan Mengaku Jatuh
- 25 Agt 2026 11:19 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Seorang pelajar madrasah tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, diduga mengalami perundungan oleh siswa lainnya. Peristiwa tersebut membuat korban mengalami mimisan saat berada di lingkungan sekolah.
Kejadian itu berlangsung saat jam istirahat. Korban kemudian mendapat pertolongan setelah kondisinya diketahui oleh siswa lain dan dilaporkan kepada pihak sekolah.
Saat ditanya mengenai kondisi yang dialaminya, korban sempat menyampaikan kepada pihak sekolah bahwa dirinya terjatuh di kamar mandi. Namun, belakangan muncul informasi mengenai dugaan perundungan yang dialaminya.
Waka Humas Madrasah bernama Angger Hadi Santoso, mengatakan pihak sekolah tidak mengetahui secara langsung kejadian tersebut karena berlangsung di luar jangkauan pengawasan.
"Tidak ada yang tahu saat kejadian, soalnya itu di luar jangkauan kami. Itu di jam istirahat, ya disela-sela pembagian MBG," kata Angger, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, pihak sekolah baru mengetahui kejadian setelah mendapat laporan dari siswa. Saat itu, korban sudah mengalami mimisan dan kemudian mendapatkan pertolongan.
"Dia ngomongnya, 'Saya jatuh, Pak. Ya, saya jatuh, saya jatuh dari kamar mandi'. Tahu-tahunya sudah seperti itu (mimisan)," ujarnya.
Pihak sekolah menyebut kedua siswa yang berkaitan dengan peristiwa tersebut masih mengikuti kegiatan belajar seperti biasa. Sekolah sementara menunggu proses dari pihak berwenang untuk menentukan langkah lebih lanjut.
"Kalau dari lembaga menunggu dari pihak berwenang untuk sanksinya. Tapi kalau pihak lembaga menginginkan anak-anak itu tetap belajar," jelasnya.
Angger mengatakan pihak sekolah juga terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai lembaga dalam menangani persoalan tersebut. Pendampingan dan pembinaan terhadap para siswa akan dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Kami sudah kerja sama dengan semua stakeholder, dengan Polres, pihak perlindungan anak, Dinas Sosial, dengan teman-teman yang lain. Alhamdulillah beliau semua mendukung kami untuk lebih baik lagi, dalam membimbing anak-anak agar terhindar dari bullying tersebut," tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Wlingi AKP Kushartono menyampaikan bahwa dugaan perundungan tersebut diduga bermula dari persoalan di media sosial.
Peristiwa itu disebut berawal ketika korban memberikan komentar dalam siaran langsung TikTok milik teman dekat siswa yang diduga melakukan perundungan.
Komentar tersebut kemudian diketahui oleh siswa lainnya dan diduga memicu persoalan. Komunikasi melalui pesan pribadi pun disebut terjadi sebelum keduanya bertemu kembali di lingkungan sekolah.
"Pacar terduga pelaku ini live di TikTok, kemudian ada komentar lah 'iku wis duwe pacar durung?' (itu sudah punya pacar belum?). Nah, ada yang menjawab kalau sudah punya pacar," kata AKP Kushartono.
Persoalan tersebut kemudian berlanjut hingga terjadi dugaan perundungan di dalam kelas. Kejadian itu sempat direkam dan videonya kemudian beredar di media sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....