Tak Hanya Bromo, Musim Kemarau Picu Ancaman Kebakaran Lahan di Pasuruan
- 14 Agt 2026 11:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo menjadi perhatian utama dalam beberapa hari terakhir. Namun, ancaman kebakaran selama musim kemarau ternyata tidak hanya terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
BPBD Kabupaten Pasuruan mengingatkan bahwa sejumlah wilayah lain juga memiliki potensi kebakaran, terutama lahan pertanian, perkebunan tebu, kawasan pegunungan hingga area tempat pembuangan akhir sampah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Haryadi, mengatakan kebakaran lahan mulai terjadi di sejumlah wilayah bawah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah lahan persawahan dan perkebunan tebu.
Menurutnya, kebiasaan membakar sisa panen dapat menjadi pemicu kebakaran apabila api ditinggalkan tanpa pengawasan. Kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau membuat api lebih mudah merembet ke area lain.
“Yang rawan sekarang ini sawah-sawah dan lahan tebu. Setelah panen, kadang ada pembakaran sisa-sisa tanaman. Kalau tidak ditunggu, api bisa merembet karena vegetasi di sekitarnya kering,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).
BPBD juga menaruh perhatian terhadap kawasan di sekitar jalan tol. Kebakaran lahan di sekitar jalur tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan serius karena asap tebal dapat mengurangi jarak pandang pengendara.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk kecelakaan beruntun. Karena itu, BPBD bersama pihak terkait telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan jalan tol mengenai bahaya pembakaran lahan.
Selain lahan pertanian, kawasan Arjuno-Welirang juga menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapatkan perhatian selama musim kemarau. Kawasan pegunungan tersebut memiliki potensi kebakaran hutan ketika kondisi vegetasi mulai mengering.
Meski hingga saat ini kondisi di kawasan tersebut masih aman, BPBD meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi berlangsung cukup panjang.
Ancaman kebakaran juga menjadi perhatian di tempat pembuangan akhir atau TPA. BPBD Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemantauan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan pemadam kebakaran terhadap lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.
Sugeng menyebut tumpukan sampah dapat menjadi perhatian khusus karena di dalamnya terdapat gas yang berpotensi mempercepat terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, kesiapsiagaan tetap dilakukan meskipun sebagian personel masih terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo.
Dalam penanganan kebakaran di wilayah lain, BPBD menerapkan pembagian personel dan berkoordinasi dengan pemadam kebakaran. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan karhutla Bromo tidak menghambat respons cepat ketika terjadi kebakaran di lokasi lain.
BPBD Kabupaten Pasuruan pun mengimbau masyarakat, terutama para petani, untuk tidak membakar lahan maupun sisa hasil panen. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan kebakaran agar api dapat segera ditangani sebelum meluas.
Upaya pencegahan menjadi penting di tengah kondisi musim kemarau. Dengan vegetasi yang semakin kering, angin yang dapat mempercepat penyebaran api, serta aktivitas manusia yang berpotensi memicu kebakaran, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....