Bencana Melanda Banyak Daerah, Menko PMK Minta Kepala Daerah Tak Andalkan Pusat
- 11 Agt 2026 15:29 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo - Pemerintah daerah diminta tidak hanya mengandalkan pemerintah pusat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Hal ini penting karena pemerintah pusat saat ini harus membagi konsentrasi dan sumber daya untuk menangani bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan hal tersebut saat meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Selasa (11/8/2026).
Pratikno mengatakan, penanganan bencana saat ini tidak hanya terfokus di kawasan Gunung Bromo. Pemerintah pusat juga harus mengerahkan sumber daya untuk menangani berbagai bencana lain, termasuk kebakaran dan banjir di sejumlah daerah.
“Pemerintah pusat energinya tersebar ke banyak daerah. Bencana kebakaran bukan hanya terjadi di kawasan Gunung Bromo saja, tetapi di tempat-tempat yang lain, di provinsi-provinsi yang lain juga,” kata Pratikno.
Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan seluruh unsur pemerintahan bergerak secara bersamaan. Penanganan bencana tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah pusat, mengingat kejadian bencana dapat berlangsung dalam waktu yang bersamaan di berbagai wilayah.
Karena itu, Pratikno meminta kepala daerah dan seluruh pimpinan daerah meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting untuk melakukan penanganan secara cepat sekaligus memperkuat langkah pencegahan.
“Kita harus bekerja keras untuk mengerahkan, mencegah bencana. Di sisi lain, ada juga bencana banjir. Jadi energi nasional bergerak dan beroperasi di banyak tempat,” ujarnya.
Pratikno menegaskan, strategi penanggulangan bencana tidak boleh hanya berorientasi pada penanganan setelah bencana terjadi. Langkah mitigasi dan pencegahan harus dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko serta dampak bencana.
Sementara dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo, pemerintah juga mempertimbangkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pemerintah tengah melihat potensi awan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasi tersebut.
“Seandainya potensi awan itu tercukupi, maka dari Pak Kepala BNPB sudah akan melakukan operasi modifikasi cuaca,” jelasnya.
Menurut Pratikno, OMC diharapkan tidak hanya membantu membasahi kawasan yang terdampak kebakaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencegah munculnya titik api baru.
“Jadi kita ini bukan hanya memadamkan, tapi juga mencegah kebakaran berikutnya,” tegasnya.
Pratikno berharap kepala daerah tidak menunggu bantuan pemerintah pusat ketika menghadapi ancaman bencana di wilayah masing-masing. Kecepatan respons daerah dinilai penting karena pada saat bersamaan pemerintah pusat juga harus menangani berbagai kejadian bencana di wilayah lain.
“Saya harapkan para kepala daerah, pimpinan daerah bergerak cepat untuk menanggulangi bencana sekaligus mencegah bencana di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....