Karhutla Bromo, Pelaku Wisata Apresiasi Perjuangan Relawan dan Tim Gabungan

  • 12 Agt 2026 17:01 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Pelaku usaha wisata di kawasan Bromo mengapresiasi kerja keras tim gabungan, relawan dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Khoirul Umam Masduki, pengusaha tour and travel jeep @BromoDay, mengatakan para pelaku wisata tidak hanya menunggu kawasan Bromo kembali dibuka. Sejumlah pelaku usaha bahkan turut membantu proses pemadaman di lapangan sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kawasan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Yang pertama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak, dari TNBTS, kemudian relawan pemadam api yang ada di lapangan yang seminggu ini tidak pulang,” ujar Umam dalam program Halo RRI, Rabu, 12 Agustus 2026.

Apresiasi juga disampaikan kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Menurut Umam, keberadaan berbagai unsur tersebut menjadi penting karena kebakaran berlangsung di kawasan dengan kondisi vegetasi kering dan medan yang tidak mudah dijangkau.

“Terima kasih kepada pemerintah daerah, kemudian TNI, Polri yang berada di lapangan untuk turut memadamkan api, serta Pemprov dan juga BPBD,” katanya.

Umam mengatakan pelaku usaha wisata memiliki kepentingan langsung untuk menjaga kelestarian kawasan Bromo. Sebab, aktivitas pariwisata yang menjadi sumber penghasilan masyarakat sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang aman dan terjaga.

Karena itu, pelaku usaha jeep selama ini juga berupaya memberikan edukasi kepada wisatawan agar tidak bermain api di kawasan yang kering. Namun, menurut Umam, kejadian kebakaran yang berulang perlu menjadi evaluasi bersama, termasuk terhadap kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

“Dari kami sebenarnya sudah banyak mengedukasi masyarakat dan wisatawan ke Bromo soal tidak memainkan api di kawasan kering. Tetapi kalau melihat tahun-tahun kemarin, memang ada indikasi kesengajaan di titik yang sama untuk membakar kawasan Savana,” ungkapnya.

Ia menilai pencegahan karhutla tidak cukup hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi. Edukasi, pengawasan, dan penelusuran penyebab kebakaran harus diperkuat untuk mencegah kejadian serupa berulang.

Umam berharap investigasi terhadap penyebab kebakaran dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga faktor pemicu kebakaran dapat diketahui dan menjadi dasar evaluasi pengelolaan kawasan Bromo.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Sementara itu, pelaku usaha wisata memilih tetap mendukung proses penanganan karhutla dan menghormati keputusan penutupan kawasan hingga kondisi dinyatakan aman. Mereka berharap kebakaran segera berhasil dipadamkan sehingga aktivitas wisata dapat kembali berjalan tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....