Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Probolinggo Geber Gerakan Pangan Murah

  • 22 Jul 2026 09:58 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo - Pemkot Probolinggo terus berupaya menjaga harga bahan pokok stabil. Salah satunya dengan cara rutin gelar gerakan pangan murah (GPM)

Bahkan, kegiatan ini dintinhau langsung Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, yang digelar di depan Kios Pangan Kopi Siaga, Jalan Panglima Sudirman.

Program tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Probolinggo dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kabag Perekonomian dan Pembangunan Andri Purwanto, serta Kepala UPT Pasar Hendra Prunomo.

Wali Kota Aminuddin mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Menurutnya, sejumlah komoditas seperti beras dan minyak goreng dibatasi jumlah pembeliannya agar distribusi dapat menjangkau lebih banyak warga.

"Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat pedagang," ujar Aminuddin, Rabu (22/7/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah akan terus dievaluasi secara berkala. Frekuensi kegiatan disesuaikan dengan perkembangan harga kebutuhan pokok dan kondisi inflasi di Kota Probolinggo.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan program ini digelar dua kali setiap pekan, yakni setiap Selasa dan Jumat. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Perum Bulog dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk menjamin ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

Pada pelaksanaan kali ini, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar, di antaranya beras SPHP, gula pasir, Minyak Kita, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, hingga berbagai kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, Gerakan Pangan Murah juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produknya.

Salah seorang pengunjung, Yuliatin, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Pedagang kuliner asal Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu mengatakan harga bahan pokok yang lebih murah dapat mengurangi biaya produksi usahanya dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....