Dialokasi Rp40,08 Miliar, INTIP Ajak Publik Awasi Kualitas Benih Tebu Bantuan 2026

  • 13 Jul 2026 15:48 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Lembaga Kajian Inisiatif Pemuda (INTIP) Kabupaten Malang mengajak masyarakat ikut mengawasi kualitas benih tebu bantuan program bongkar ratoon tahun 2026 yang didukung alokasi anggaran pemerintah pusat sebesar Rp40,08 miliar.

Pengawasan ini dinilai penting agar output dari program peningkatan produksi gula nasional berjalan tepat sasaran dan tidak mengulang persoalan data penerima pada tahun sebelumnya.

Penasehat INTIP Kabupaten Malang, Hotib, mengatakan anggaran tersebut telah tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 untuk pengadaan benih tebu kegiatan bongkar ratoon seluas 4.000 hektare di Kabupaten Malang.

Menurutnya, besarnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat menunjukkan keseriusan negara dalam mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional. Karena itu, seluruh tahapan pelaksanaan program perlu mendapat pengawasan dari masyarakat, petani, hingga pemangku kepentingan lainnya.

“Program ini harus benar-benar memberikan manfaat kepada petani. Pengawasan perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari penentuan CPCL, Distribusi dana Hari Orang Kerja ((HOK) hingga kualitas benih itu sendiri agar sesuai harapan pemerintah pusat," ujar Hotib, Senin (13/7/2026).

Ia menegaskan, validitas data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan kualitas benih tebu menjadi faktor penting dalam keberhasilan program bongkar ratoon.

Menurutnya, pengalaman pada 2025 harus menjadi pelajaran agar tidak terjadi kembali persoalan yang berpotensi menghambat penyaluran bantuan maupun pencapaian target produksi.

Hotib menilai transparansi data penerima manfaat dan kualitas benih tebu serta keterbukaan informasi pelaksanaan program akan memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Dengan demikian, lanjut Hotib, bantuan yang disalurkan pemerintah dapat langsung dirasakan petani dan betul betul berdampak pada peningkatan produktivitas tebu.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputra, sebelumnya menyebut target program Bongkar Ratoon Tebu di Kabupaten Malang tahun 2026 mencapai 7.500 hektar. Hingga saat ini ribuan hektare CPCL telah diusulkan.

"BR Tebu Kabupaten Malang 2026 target 7.500 hektar untuk usulan indikatif seluas 5. 250 hektar dan usulan potensi Definitif 2.700 hektar," terangnya.

Target program bongkar ratoon di Kabupaten Malang terbesar pertama di Jatim, disusul Kabupaten Kediri yang mencapai 7.000 hektare. Ia menambahkan, target tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas tebu sekaligus mendukung program nasional swasembada gula.

Pemerintah berharap dukungan anggaran, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta pengawasan dari masyarakat dapat mempercepat pencapaian target tersebut dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Malang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....