Dinkes Kota Malang Terapkan Strategi TOP Kendalikan Kasus HIV
- 10 Jul 2026 14:08 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dinas Kesehatan Kota Malang menyebut mayoritas kasus baru HIV yang ditemukan hingga Juni 2026 terjadi pada kelompok usia produktif 25 hingga 45 tahun. Dari total 186 kasus baru, kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) masih menjadi kelompok dengan jumlah kasus terbanyak.
Dari 186 kasus yang ditemukan, sekitar 100 kasus berasal dari kelompok LSL. Selain itu, kasus juga ditemukan pada kelompok risiko lain seperti ibu hamil dan pekerja seksual.
"Kalau kita lihat dari 186 kasus, yang terbanyak memang ada pada kelompok LSL, mencapai sekitar 100 kasus. Selain itu juga ada ibu hamil dan pekerja seksual," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, dalam program Malang Menyapa, Jumat 10 Juli 2026.
Untuk mengendalikan penyebaran HIV, Dinas Kesehatan menerapkan strategi TOP, yaitu Temukan, Obati, dan Pertahankan.
Pada tahap "Temukan", pemerintah memperluas layanan skrining HIV di fasilitas kesehatan agar masyarakat lebih mudah melakukan pemeriksaan secara sukarela.
Selanjutnya, pasien yang telah terdiagnosis langsung mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) yang tersedia di fasilitas kesehatan.
"Begitu ditemukan, kita obati. Obat ARV kita sediakan dan kita upayakan stoknya selalu tersedia agar pengobatan tidak terputus," kata Husnul.
Tahap terakhir adalah "Pertahankan", yakni memastikan orang dengan HIV tetap disiplin menjalani terapi seumur hidup. Dinas Kesehatan menggandeng pendamping serta komunitas sebaya untuk membantu pasien menjaga kepatuhan minum obat.
"Pengobatan ARV ini seumur hidup. Karena itu kami menghadirkan pendamping dan komunitas teman sebaya agar pasien tetap disiplin mengonsumsi obat setiap hari dan tepat waktu," jelasnya.
Untuk kelompok ibu hamil yang terdeteksi HIV, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan agar penanganan selama kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dapat dilakukan sesuai prosedur medis guna meminimalkan risiko penularan dari ibu ke anak.
Dinas Kesehatan Kota Malang terus mengajak masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko untuk memanfaatkan layanan konseling dan tes HIV secara sukarela di puskesmas maupun rumah sakit, sehingga infeksi dapat diketahui lebih dini dan segera ditangani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....