Akurat Transparan, Pencatatan Meter Air Tugu Tirta Gunakan Dokumentasi Digital

  • 08 Jul 2026 17:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang terus memperkuat akurasi pencatatan meter air pelanggan melalui sistem dokumentasi digital yang dilengkapi foto pada setiap proses pencatatan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan kesalahan pencatatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan kepada pelanggan.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, menjawab pertanyaan pendengar tentang pencatatan meter air pelanggan di Kota Malang, dalam program Halo RRI Jumat, 8 Juli 2026.

Menurut Priyo, terdapat sejumlah kendala yang sering dihadapi petugas di lapangan, mulai dari pagar rumah yang terkunci, rumah dalam keadaan kosong, hingga posisi meter air yang tertutup material bangunan sehingga sulit diakses.

"Kadang pagarnya terkunci, rumah kosong, atau meter tertutup material bangunan. Karena itu setiap pencatatan tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga harus difoto agar datanya valid dan tidak bisa direkayasa," ujar Priyo.

Ia menjelaskan, apabila petugas tidak berhasil melakukan pencatatan setelah beberapa kali kunjungan, konsumsi air pelanggan akan dihitung berdasarkan rata-rata pemakaian pada bulan-bulan sebelumnya. Cara tersebut dinilai lebih adil dibandingkan melakukan estimasi tanpa dasar data.

"Kalau setelah dua atau tiga kali didatangi tetap tidak bisa dicatat, maka pemakaian dihitung berdasarkan rata-rata bulan sebelumnya. Jadi tidak akan meleset terlalu jauh karena ada dasar datanya," katanya.

Priyo menambahkan, seluruh aktivitas petugas pencatat meter telah terdokumentasi lengkap, termasuk waktu kunjungan dan kondisi di lapangan. Dokumentasi tersebut menjadi bahan verifikasi apabila pelanggan mengajukan keberatan atas tagihan air.

Sistem pencatatan juga telah dibagi berdasarkan zona layanan sehingga petugas dapat menyesuaikan waktu kunjungan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Dengan pola tersebut, tingkat pencatatan yang menggunakan estimasi dapat ditekan hingga sangat kecil.

Selain itu, pelanggan tetap memiliki hak untuk menyampaikan komplain apabila hasil pencatatan dinilai tidak sesuai.

"Kalau pelanggan merasa tidak sesuai, tentu bisa komplain. Kami punya dokumentasi lengkap, kapan petugas datang, jam berapa, dan kondisi di lapangan semuanya tercatat," tegasnya.

Melalui sistem tersebut, Perumda Tugu Tirta berharap kualitas pelayanan kepada pelanggan semakin meningkat sekaligus menjaga akurasi tagihan air setiap bulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....