Hewan Turun Gunung hingga Cuaca Tak Menentu, Semua Bisa Jadi Tanda Bencana

  • 26 Jun 2026 09:34 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Berbagai tanda alam yang sering dianggap biasa ternyata dapat menjadi petunjuk awal datangnya bencana. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Heni Masruroh, M.Sc., dosen Geografi Universitas Negeri Malang, dalam Program Talkshow Tanggap Bencana yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Dr. Heni, selain menggunakan pendekatan ilmiah dan teknologi, masyarakat Indonesia juga memiliki kekayaan kearifan lokal dalam membaca gejala alam.

“Ketika hewan-hewan di hutan mulai turun, itu bisa menjadi penanda bahwa gunung sedang mengalami peningkatan aktivitas. Dalam mitigasi non-struktural, masyarakat sebenarnya sudah lama mengenali tanda-tanda seperti itu,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa setiap jenis bencana memiliki karakteristik dan tanda-tanda yang berbeda. Longsor misalnya, dapat dikenali dari intensitas hujan yang tinggi, kondisi lereng yang tidak stabil, maupun perubahan fisik tertentu di lingkungan sekitar.

Selain itu, perkembangan ilmu geografi juga memungkinkan para peneliti melakukan simulasi dan pemodelan bencana berdasarkan data historis. Dengan memanfaatkan data yang telah terkumpul selama bertahun-tahun, para akademisi dapat memprediksi potensi risiko bencana di masa mendatang.

“Model simulasi kebencanaan itu bisa digunakan untuk melihat kemungkinan risiko bencana pada tahun-tahun yang akan datang berdasarkan data yang pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Melalui pemahaman terhadap tanda-tanda alam dan dukungan teknologi, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi berbagai ancaman bencana yang mungkin terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....