Benih Tebu Rp40 Miliar untuk Kabupaten Malang 2026, Pengawasan Diperkuat
- 18 Jun 2026 14:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Kabupaten Malang memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Bongkar Ratoon Tebu 2026 seiring besarnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk mendukung target swasembada gula nasional.
Berdasarkan penelusuran RRI pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan telah mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp40,08 miliar untuk paket Pengadaan Benih Tebu Kegiatan Bongkar Ratoon Kabupaten Malang seluas 4.000 hektare pada Tahun Anggaran 2026.
Paket tersebut mencakup pengadaan sebanyak 240 juta mata benih tebu dengan metode pengadaan e-purchasing untuk wilayah Kabupaten Malang tahun ini.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputra, mengatakan besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat harus diimbangi dengan pengawasan ketat agar program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
"Penanaman perdana bersama Ibu Gubernur (hari ini; red) memberikan semangat bagi seluruh stakeholder, khususnya petani tebu. Kami akan mengoptimalkan koordinasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta BRPM Jawa Timur untuk memperkuat pengawalan program di lapangan," kata Avicenna usai kegiatan tanam tebu perdana bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kamis (18/6/2026).
Menurut Avicenna, Kabupaten Malang mendapat target bongkar ratoon terbesar di Jawa Timur pada 2026, yakni mencapai 7.500 hektare. Luasan tersebut terdiri atas usulan calon petani calon lokasi (CPCL) indikatif seluas 5.250 hektare dan potensi CPCL definitif sekitar 2.700 hektare. Target tersebut lebih tinggi dibanding Kabupaten Kediri yang mencapai 7.000 hektare.
Ia menegaskan, pengawasan akan dilakukan sejak tahap verifikasi calon petani dan calon lokasi, distribusi benih, hingga pelaksanaan bongkar ratoon di lapangan.
Langkah tersebut penting untuk memastikan program yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita pemerintah berjalan efektif dan terhindar dari potensi penyimpangan.
"Karena dukungan anggaran dari pusat sangat besar, seluruh pihak harus ikut mengawal. Program ini harus benar-benar diterima petani yang berhak dan mampu meningkatkan produktivitas tebu untuk mendukung swasembada gula nasional," ujarnya.
Kegiatan tanam tebu perdana tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Bupati Malang, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Dandim 0818/Malang-Batu, Kapolres Malang, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....