Target Bongkar Ratoon 2026 Kabupaten Malang Terbesar di Jatim

  • 18 Jun 2026 13:47 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Program bongkar ratoon tebu di Kabupaten Malang resmi dimulai dengan penanaman perdana yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Kebun Tebu Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis 18 Juni 2026.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputra, mengatakan penanaman perdana tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan semangat petani dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan swasembada gula nasional.

Menurutnya, kehadiran Gubernur Jawa Timur bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah memberikan dorongan moral bagi petani tebu agar lebih optimistis menjalankan program bongkar ratoon yang menjadi salah satu strategi peningkatan produktivitas tebu.

“Penanaman perdana bersama Gubernur Jawa Timur memberikan dampak positif dalam memberikan semangat kepada seluruh stakeholder, khususnya petani tebu,” kata Avicenna.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Malang melalui DTPHP akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta Balai Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian (BRPM) Jawa Timur untuk memastikan program berjalan sesuai target.

Pengawasan dan pendampingan di lapangan juga akan dioptimalkan melalui peran penyuluh pertanian agar pelaksanaan bongkar ratoon dapat berlangsung efektif dan tepat sasaran.

“Kami akan mengoptimalkan koordinasi dan pengawalan program di lapangan agar berjalan dengan baik sehingga target swasembada gula nasional dapat terwujud,” ujarnya.

Baca Juga: https://rri.co.id/malang/regional/2501666/benih-tebu-rp40-miliar-untuk-kabupaten-malang-2026-pengawasan-diperkuat

Berdasarkan data DTPHP Kabupaten Malang, target program bongkar ratoon tebu tahun 2026 mencapai 7.500 hektare. Angka tersebut terdiri atas usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) indikatif seluas 5.250 hektare dan usulan CPCL definitif sekitar 2.700 hektare.

Target tersebut menjadikan Kabupaten Malang sebagai daerah dengan luasan bongkar ratoon terbesar di Jawa Timur, melampaui Kabupaten Kediri yang ditargetkan mencapai 7.000 hektare.

Kegiatan penanaman perdana turut dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Direktur Utama PT SGN, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Bupati Malang, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Dandim 0818/Malang-Batu, Kapolres Malang, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

Pemerintah berharap program tersebut mampu meningkatkan produktivitas tebu rakyat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional melalui peningkatan produksi gula dalam negeri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....