Khofifah: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan Nasional

  • 18 Jul 2026 09:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jawa Timur merupakan pilar utama ketahanan pangan nasional. Hal itu disampaikan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Panen Raya TNI Terintegrasi di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026).

Menurut Khofifah, penguatan ketahanan pangan hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa. Ia menyebut sinergi pemerintah, TNI, petani, akademisi, dunia usaha, hingga lembaga penelitian menjadi kunci mempercepat terwujudnya kemandirian pangan Indonesia.

"Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan bangsa. Karena itu, penguatannya membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, petani, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta seluruh pemangku kepentingan," kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan Jawa Timur memiliki posisi strategis karena menjadi produsen gula terbesar nasional sekaligus salah satu lumbung padi Indonesia. Pada 2025, Jawa Timur menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional dengan produksi gula kristal putih mencapai sekitar 1,34 juta ton. Sementara produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 6,03 juta ton beras.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi juga terus memperkuat pengembangan kedelai melalui peningkatan luas tanam, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan impor.

"Kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus amanah bagi Jawa Timur untuk terus meningkatkan produktivitas, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi agar kontribusi kami terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar," ujarnya.

Khofifah juga menyebut pada 2026 Jawa Timur mendapat kepercayaan menjalankan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan perluasan areal tebu seluas 6.582 hektare di 24 kabupaten sentra tebu. Program tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Jawa Timur dalam mendukung swasembada gula nasional.

"Kolaborasi adalah kunci. Dengan kerja keras, inovasi, dan gotong royong, kami optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....