Evakuasi Pendaki Jalur Non-Resmi Semeru di Ampelgading Dituntaskan

  • 06 Jun 2026 19:34 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Ampelgading, Basarnas, PMI, relawan kebencanaan, Sibat, dan tim kesehatan telah menyelesaikan operasi evakuasi terhadap tiga pendaki di kawasan lereng Gunung Semeru, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Peristiwa bermula saat Ananda Cakra Bhirawa Krisna Murti Setiawan (18) bersama dua rekannya melakukan pendakian pada Sabtu (30/5/2026) melalui jalur Purbakala, Desa Mulyoasri.

Jalur tersebut merupakan rute non-resmi dan ketiga pendaki berjalan tanpa didampingi pemandu.

Pada Senin (1/6/2026), pihak keluarga melapor kehilangan kontak setelah sebelumnya menerima informasi dari salah satu rekan korban bahwa Ananda terperosok ke dalam jurang.

Sebelum komunikasi terputus, korban sempat mengirimkan titik lokasi terakhirnya kepada keluarga.

Medan evakuasi yang berupa jurang curam dengan akses terbatas membuat proses penyelamatan dilakukan secara bertahap menggunakan sistem tali.

Dua rekan korban berhasil dievakuasi terlebih dahulu dalam kondisi selamat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, proses evakuasi terhadap Ananda baru rampung pada Jumat (5/6/2026) karena kondisi luka patah kaki yang dideritanya membutuhkan penanganan khusus.

Korban berhasil diangkat dari dasar jurang dan dibawa menuju Pos Tamanbali, Desa Tamansari.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menyatakan bahwa seluruh rangkaian operasi penyelamatan berjalan dengan aman.

"Korban yang mengalami patah kaki berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit," ujar Bambang, Sabtu (6/6/2026).

Pasca-kejadian ini, Polres Malang mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat serta para pendaki selalu menggunakan jalur resmi yang terdaftar dan mematuhi seluruh regulasi kawasan demi keselamatan jiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....